Kultur Cinta

Kultur Cinta

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 8, 2017
Budaya cinta? Benarkan itu ada, iya cinta itu selalu berbudaya. Karena entah kapan budaya itu sudah mulai ada. Budaya itu melekat begitu saja. Begitupula dengan cinta tapi bedanya disini. Cinta itu melekat erat dalam kisah putih abu-abu. Dimana selalu ada cerita menarik dan tak akan dilupakan sampai kapanpun. Putih yang menjadi lambang kesucian, kebahagiaan dan keabadian berdampingan dengan abu-abu yang begitu kusam, muram, dan pucat. Inilah lika-liku kisah gadis SMA. Luna namanya, berumur 16 tahun. Gadis polos, ceria, dan penurut. Selama hidupnya tidak pernah mencintai cowok apa itu cinta Luna tidak pernah tau. Yang dirinya tau hanya sekolah setelah itu membahagiakan orang tua. Sampai seorang cowok yang bernama Rendi mendekatinya, Luna hanya menganggap sebagai sahabat. Sering Luna bertanya polos pada sahabatnya itu, "Sebenarnya apa itu cinta?" Sahabatnya itu bingung harus menjawab bagaimana. "Cinta itu tidak dapat diartikan Lun." Wajah Luna tampak kecewa mendengar penjelasan Rendi. "Benar tidak dapat diartikan, lalu untuk apa orang itu jatuh cinta." Luna semakin memojokkan Rendi, "Kamu ingin tau benar-benar ingin tau, tutuplah matamu." Luna mengikuti perintah Rendi, "Dengarkan baik-baik, menurutku cinta itu seperti langit begitu lembut dan cerah menampakkan birunya, tapi adakalanya mendung itu datang hingga semua terlihat muram, jika cinta itu langit dia akan tetap berada di atas, semestinya ketika kamu mempunyai cinta maka cinta itu akan tetap di hatimu, jadi sebenarnya hanya dirimulah yang tau apa itu cinta dan apa itu yang membuat dirimu itu mencintai." Luna semakin bingung, sebenarnya apa itu cinta apakah suatu saat dia akan merasakan yang namanya cinta. #Eittt mau baca kelanjutannya silahkan tunggu part-part yang akan saya buat.😊😊
All Rights Reserved
#184
beauty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alaskar dan Bulan
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • TACENDA
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Cinta Pertama Rembulan
  • BINTANG&BULAN
  • My Eternal Moon [ End ✔️]

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sekolah menengah, dua jiwa yang berbeda tanpa sengaja dipertemukan oleh takdir. Bulan, seorang gadis pendiam dengan hobi melukis, menyimpan kelembutan dalam setiap gerakannya. Di sisi lain, Alaskar, kapten tim voli yang percaya diri dan karismatik, dikenal sebagai pusat perhatian di mana pun ia berada. Pertemuan pertama mereka terjadi secara sederhana, saat mata mereka bertemu di sebuah aula yang ramai. Sebuah tatapan singkat yang menyalakan percikan rasa ingin tahu di hati masing-masing. Bulan, dengan sikap canggungnya, tak mampu mengabaikan getaran aneh yang dirasakannya. Sedangkan Alaskar, yang terbiasa menjadi sorotan, justru mendapati dirinya terpesona oleh kesederhanaan Bulan. Namun, dunia mereka yang berbeda membawa tantangan tersendiri. Di balik pesona Alaskar yang sering dianggap sempurna, ia menyimpan luka keluarga yang tak terlihat. Sementara itu, Bulan harus menghadapi tekanan dari lingkungan sosialnya, termasuk rasa iri dan gosip dari mereka yang tak senang melihatnya dekat dengan Alaskar. Dari pertemuan pertama yang singkat, percakapan sederhana mulai mengalir. Hubungan mereka berkembang perlahan, penuh dengan momen manis, kecanggungan, dan perjuangan untuk saling memahami. Keduanya belajar bahwa cinta bukan sekadar rasa bahagia, tetapi juga keberanian untuk saling mendukung di tengah rintangan yang ada. Di awal cerita ini, cinta mereka adalah benih kecil yang tumbuh di tengah badai, memulai perjalanan panjang penuh emosi, tawa, dan air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines