Story cover for Flower Five [COMPLETED] by Zaeemaazzahra
Flower Five [COMPLETED]
  • WpView
    LECTURAS 1,419,386
  • WpVote
    Votos 24,831
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 1,419,386
  • WpVote
    Votos 24,831
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado mar 08, 2017
"Lo emang ketua OSIS. Tapi lo hanya boneka wakil ketua OSIS."

Bercerita tentang sebuah geng paling eksis di SMA 45 Bakti Nusa yang diketuai oleh seorang cogan paling badboy bernama Revano Adiputra. Biasa dipanggil, Revan. Next, Arradina Syailendra, biasa dipanggil Arra, menjabat sebagai wakil ketua geng. Selanjutnya ada Dave, Cecil, dan Nadin sebagai anggota. Mereka berlima menamai geng mereka "Flower Five", terdiri dari 5 anak yang berbeda karakter tapi mempunyai satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman tanpa kekangan. 

Aneh bukan? 

Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka akhirnya sepakat untuk mencalonkan Arra sebagai ketua OSIS hingga akhirnya hal itu membuat Arra bertemu dengan Azka, cowok datar tanpa ekspresi yang super duper perfeksionis dan tukang ngatur.

Bagaimana kisahnya?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Flower Five [COMPLETED] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#235nerdboy
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
GHAVARI  de alghisty_
11 partes Continúa
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
Quizás también te guste
Slide 1 of 6
GHAVARI  cover
ASTA'S ✓ cover
How to Survive in Elite High School cover
More Than It Seemed cover
Berandal [hyuckren] cover
Fake Nerd and Ketos Rese {REPUBLISH} cover

GHAVARI

11 partes Continúa

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"