DETEKTIF POCONG

DETEKTIF POCONG

  • WpView
    Dibaca 334
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 17, 2017
WpInfo
Non-fiksi
----------------- Ini hanyalah sebuah cerita yang dilengkapi 3H (Humor, Horror, dan Have fun). Sebuah cerita para makhkuk halus Juga seorang remaja yang sangat ingin memiliki peralatan yang di miliki seorang detektif sungguhan. But, itu semua menjadi gagal karena kelalaian dia sendiri yang membuat ia terpaksa menatap dinding coklat dengan plafon kayu yang masih segar aromanya. Dan dikelilingi oleh ribuan ulat kayangan. Tapi dia sungguh kaget melihat perkumpulan ulat peri yang membentuk sekumpulan huruf yang bertuliskan WELCOM TO A.K. #pedih. Bagaimanakah perasaan yang ada pada diri seorang remaja.jika bertemu dengan milyaran makhluk halus nan kasar. And he is coming !!! To Blablablablablablabla (read ajah) 《Hy gays welcom to my funnys novel... persiapkan diri loe untuk menghadapi semua cobaan yang gak bakal anda duga. ??? 》 Have fun yahhh.and happy reading soo..😊 Setelah baca jangan lupa tinggalin rate and comentar. Because pintu respond nya gak gua kunci kok. Tenang ajhh. s e l o w Jangan lupa invite yahh #invite #invite me.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#58
pocong
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • The Beloved Mr Bad
  • ALEYA~~
  • CLOSER
  • ON SIGHT (Completed)
  • Cinta Itu Polos?
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • Suddenly Become a Brother
  • Seven Rules
  • Horibble Woman (END)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan