When I See You

When I See You

  • WpView
    Leituras 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 12, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
Dia berubah. Tidak, bukan fisiknya. Dia tetap mempesona dimanapun, tetap ramah, dan tetap mampu membuat hatiku bergerar pelas kala melihatnya. Tapi, dia berubah, dia tak mengenalku dan melupakanku. Apakah aku begitu tak berharga hingga dengan perpisahan tiga tahun sudah mampu membuatnya melupakan ku. Aku sudah lelah menunggunya melihatku, haruskah ku menyerah. Lalu, bagaimana dengan hatiku. Ia pasti akan hancur. Tapi, bukankah dengan begini ia akan lebih hancur berkeping-keping lagi? - Aluna Andriani
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pelukan Terakhir
  • KALANA
  • Masih Adakah Aku Dihatimu?? ~END~
  • Meraih Cinta Suamiku
  • My Destiny (Complete)
  • 1.233 km
  •             Between Me You And Her
  • WHY?
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

Hidup itu tak pernah berjalan seperti apa yang kita rencanakan.Kadang kita dihadapkan pada kenyataan yang sulit diterima,rasa kehilangan yang tak tergantikan. Aku belajar itu setelah ayah pergi .Dia adalah sosok yang selalu ada ,yang menguatkan setiap langkahku. Ketika dia menghilang dalam sekejap, dunia yang aku kenal terasa runtuh. Namun, aku tau satu hal, bahwa meski ayah tak ada lagi ,aku harus terus berjalan.Cinta dan kenangan yang ditinggalkan oleh orang yang kita sayang akan selalu hidup di hati .Dan, meski berat,aku harus menerima kenyataan, bahwa setiap perpisahan memiliki pelukan terakhir. Namun, ditengah kepedihan itu ,aku menemukan bahwa ada cinta yang lain, cinta yang tumbuh dari hati yang ikhlas ,bisa memberikan cahaya baru dalam hidupku. Cinta itu datang meskipun aku tak tau cara menerimanya. Karna terkadang, untuk bisa bahagia ,kita harus berani untuk membuka hati lagi,meski dengan rasa takut akan kehilangan yang tak terelakan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo