Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

  • WpView
    Membaca 7,541
  • WpVote
    Vote 322
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 22, 2017
Tim Author : Hasna_Anna Jawara Indonesia Arena-1 Tim Rabu Berawal dari suara Hati ini bergetar untuk pertama kalinya Saat dimana bait-bait adzan itu dikumandangkan Dan saat dimana ayat-ayat suci itu dilantunkan dengan begitu merdunya Disitulah hati ini menetapkan satul pilihan. DIRInya... aku mau DIRInya.. Bukan karna pesona Bukan karna karisma Dan bukan karna sesuatu yang bersifat keduniawian Aku bahkan tak mengetahui seperti apa sosoknya. Yang ku tahu, DIAlah insan pertama yang menggetarkan hati ini... Dan DIAlah karya terindah tuhan yang selama ini aku cari... Everything is just about you "Emyl" _Annisa Nurul Namirah_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#164
taaruf
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • Quwwatul Hub
  • Takdir Yang Menentukan [End] ✅
  • HALAQAH CINTA (SUDAH TERBIT) ✓
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • my husband is my idol
  • Selembar Kain Bertali {Selesai}
  • Menggapai Cintanya ✔ [TAMAT]
  • MengenggamMu Dalam Ketaatan [TAHAP REVISI]
  • Takdirku Untukmu (END)

BIASAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA‼️ "ngga ada yang ga bisa jika itu semua karena ingin mencari ridha Allah orang tua" seorang pria yang ingin sekolah di bandung bersama sepupunya, tapi terpaksa harus masuk pesantren demi mewujudkan impian orang tuanya. setelah itu dia bertemu dengan seorang wanita dan mulai jatuh cinta, sehingga dia memberanikan diri untuk bertemu dengan nya tapi, 97/100% dia sangat berharap bahwa jodohnya adalah seorang gus (keturunan kyai). "aishfa" panggilnya. "iya?" balas aishfa sopan. "maaf, saya mau ajakin kamu buat ta'aruf, kamu mau?" tanya nya dengan keringat dingin. "tapi type saya gus" jawab aishfa. "maaf saya bukan gus, dan saya tidak akan pernah bisa untuk mendapatkan gelar gus dan memberikanmu gelar ning" balasnya. "kalo begitu saya pamit, assalamualaikum" pamitnya. "ehh ustadz...." panggil seorang wanita dengan berlari kecil dari arah belakang aishfa. "dia siapa mba? mba kenal?" tanya aishfa penasaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan