Kupanggil Kau Lewat Belaian Angin

Kupanggil Kau Lewat Belaian Angin

  • WpView
    LECTURAS 385
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 26
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 25, 2017
WpInfo
Poesía
Aku rindu padamu malam ini, walau esok tak kembali. Lihatlah bunga karang yang kau tinggalkan. Setiap malam ia menyepi, menebarkan aroma wangi lewat tangisan yang mengeram di reruntuhan cahaya. Buat siapa asmara yang kau tinggalkan? Bodoh! Sepotong wajah ini saja sudah tak berarti. Lantas mengapa tak musnahkan saja semuanya? Biar senang, tertawa sampai putus urat lehernya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • SERPIHAN HATI [SUDAH TERBIT]
  • Langit Malam
  • Segala Tentangmu ❝
  • menangis
  • Jejak
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Quotes Cinta Dalam Diam
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Jatuh Cinta itu Luka

Sebenarnya aku masih ingin mengejarmu, namun ku lihat kau tak ingin ku kejar. Tanpa sadar yang kau lakukan adalah untuk membuatku menjauh. Walau sulit, tapi aku akan berusaha jika itu inginmu. Apapun untuk kamu, selain itu aku tak mampu. Jangankan melupakan, mengikhlaskan saja aku belum mampu. Yang berat adalah merelakan bukan meninggalkan. Untuk saat ini aku tak akan mungkin meninggalkan, karena kamu yang akan terlebih dulu meninggalkan. Pergi, memberi sedih meninggalkan kenangan yang akan selalu teringat walau . Kau jauh disana. Aku tak janji, tapi aku akan menepati. Bukan, melupakan melainkan Merelakan...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido