Kenangan Manis Cinta Fareez - Prolog

Kenangan Manis Cinta Fareez - Prolog

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 9, 2017
Pernahkah kau terfiKirkan yang kau akan jumpa gadis impian kau? Yang 100% seperti dalam angan-angan kau? Wujudkah orang seperti itu dalam dunia nyata? - Fareez. Pernah kau rasa di cintai sehingga kau rasa amat di perlukan dalam cinta itu? Pernahkah kau rasa diri kau begitu penting buat seseorang dan tanpa kau orang itu akan mati? - Manis. Pernahkah kau kehilangan sesuatu yang sangat ingin kau milikki yang sudah pun berada dalam genggaman? - Kimi. Benarkah kau akan bahagia jika melihat orang yang kau cintai bahagia, sedangkan dia sebenarnya bahagia disisi orang lain? Sejauh mana benarnya kata-kata ini? - Zarul.
All Rights Reserved
#103
manis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Strawberi Coklat.(HOLD)
  • Hate To Love ✔
  • Farishah Azriza | ✓
  • PERJUANGKAN AKU [C]
  • Cinta Milik Alexander
  • Forgotten Love ✔
  • [Complete] Can You Please Stay With Me ?
  • Jika Kau Yang Memiliki || COMPLETE
  • Ku Tunggu Cintamu

Cinta ? Oh, dia pernah merasakannya. Menjadi orang yang teristimewa dalam hidup seorang lelaki. Melakar kenangan manis bersama orang yang tersayang. Tapi malang datang menimpa. Kebahagiaannya dirampas. Namun dia kuat, bangkit semula demi janji yang pernah dilafazkannya dulu. Perwatakannya yang ceria sekadar menjadi topeng disebalik kedukaannya. Kehadiran Hareez Hafizi, sedikit sebanyak memulihkan hatinya. Namun sekali lagi, peristiwa hitam menghantui dirinya. Amirul Hakim datang menemaninya, mengharungi penderitaan itu bersamanya. Berkongsi saat suka dan duka. Dan saat hari pertunangannya semakin hampir dengan Amirul Hakim, sekali lagi dirinya diuji. Kuatkah dirinya? Bahagiakah dia ? Dengan sedikit kekuatan yang masih tersisa, dia meninggalkan segala - galanya, mencari ketenangan. Suatu hari nanti, dia pasti akan kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines