Call me Yours

Call me Yours

  • WpView
    LECTURES 384
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadTerminé mer., mai 30, 2018
Entah mengapa, kehilangan ini membawa aku padamu. Kehilangan itu adalah rasa sakit yang tak kusangka akan membawa segala keberuntungan. Kuharap kau tahu rasa ini. Kehilangan, mengenal orang baru yang membuatku merasa nyaman, hingga kembali padamu adalah proses yang kucintai. Menjadi sahabatmu, adalah hal yang paling kusyukuri selama ini. Dan sesungguhnya takdirlah yang membawa aku kembali padamu, dan...... Kuharap Tuhan berkenan menyatukan kita. Karena sesungguhnya, yang memasrahkan, akan mendapat bagian terbaik pada akhirnya. Tapi maut adalah hal yang tidak bisa kita tolak, jadi, akankah kita bertahan?
Tous Droits Réservés
#620
bestseller
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • You're Here, But Not For Me
  • Tuhan Cinta Kita
  • UNREQUITED LOVE
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • SalFlo
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Sekali Lagi (End)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu