My Memories

My Memories

  • WpView
    LECTURES 97
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mars 11, 2017
Avisa Riska Medina. Namaku Avisa, panggil saja Avi. Aku adalah anak dari pegawai Swasta yang tidak begitu kaya, tapi entah kenapa bakat untuk menjadi pengusaha tertular kepadaku. Dari Smp aku sudah mulai berjualan di internet. Dengan membuka olshop-olshop pada social media dan bahkan ikut Endorse barang di Instagram. Siapakah Sisi? Sisi adalah temanku semasa Sd yang berubah akibat jaman dan waktu. Selebgram yang hobby Fotografer dan menghirup vape, terlebih sisi juga suka mengikuti komunitas-komunitas besar. Gidion Reynalda Ginting. Primadona sekolah, itulah nama yang cocok untuk 'Dion' lelaki nakal yang suka menggeluti kerasnya pergaulan, sampai dia terjebak pada dunia malam yang membawanya mengenal musik dan menjadi Drumer, dan ikut bergabung pada salah satu Band terkenal di kotanya . Apakah hubungan Dion, Sisi, dan Avissa? Apa mereka saudara? Atau terjebak nostalgia? Atau lebih parahnya lagi 'tikungan tajam'? Entahlah, silahkan read saja ceritanya agar tau arti sebenarnya
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DANADYAKSA
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • EVANDIRA (Completed)
  • MY SWEET BODYGUARD [TAMAT]
  • By My Side
  • Hilang
  • Sweet Shadow's Senaku!
  • Komisi Disiplin✔
  • cinta yang terluka

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu