My Memories

My Memories

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 11, 2017
Avisa Riska Medina. Namaku Avisa, panggil saja Avi. Aku adalah anak dari pegawai Swasta yang tidak begitu kaya, tapi entah kenapa bakat untuk menjadi pengusaha tertular kepadaku. Dari Smp aku sudah mulai berjualan di internet. Dengan membuka olshop-olshop pada social media dan bahkan ikut Endorse barang di Instagram. Siapakah Sisi? Sisi adalah temanku semasa Sd yang berubah akibat jaman dan waktu. Selebgram yang hobby Fotografer dan menghirup vape, terlebih sisi juga suka mengikuti komunitas-komunitas besar. Gidion Reynalda Ginting. Primadona sekolah, itulah nama yang cocok untuk 'Dion' lelaki nakal yang suka menggeluti kerasnya pergaulan, sampai dia terjebak pada dunia malam yang membawanya mengenal musik dan menjadi Drumer, dan ikut bergabung pada salah satu Band terkenal di kotanya . Apakah hubungan Dion, Sisi, dan Avissa? Apa mereka saudara? Atau terjebak nostalgia? Atau lebih parahnya lagi 'tikungan tajam'? Entahlah, silahkan read saja ceritanya agar tau arti sebenarnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bodyguard Utusan Papa [Vol. 1] : END
  • By My Side
  • JASA [TAMAT]
  • Alviandra ; He's My Boyfriend
  • Hilang
  • The Golden Student
  • DANADYAKSA
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • AVISENA
  • Padam Nelangsa

[COMPLETED] [FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA] Ravael Candra Athareksa seorang pemuda tampan yang direkrut oleh ketua sindikat mafia terbesar dari usia 7 tahun untuk dijadikan bodyguard putri semata wayangnya yaitu Danisa Allen. Ravael terpaksa bekerja sebagai bodyguard untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena ia sudah tidak memiliki keluarga lagi, ia ditemukan pada usianya yang masih 7 tahun oleh anak buah Leon atau ayah Danisa disebuah gedung kosong dipinggiran kota dan dibawa menuju panti asuhan yang dibangun oleh Leon. Leon melihat keahlian bela diri Ravael yang cukup membuatnya terpukau bagaimana bisa anak berusia 7 tahun bisa sangat lihai dalam bela diri, karena itulah Leon memutuskan untuk melatih Ravael untuk menjadi bodyguard dari putrinya. Kebetulan Ravael dan Danisa seumuran jadi Leon pun memasukkan mereka berdua ke sekolah yang sama agar Ravael bisa menjaga Danisa dari dekat karena Danisa tidak pernah mau jika dijaga oleh pengawal ayahnya ia bahkan tidak mau jika teman-temannya tau bahwa dia adalah anak ketua mafia karena dia tidak ingin orang-orang memanfaatkan dirinya atau bahkan menjauhi dirinya karena takut dengan ayahnya. . . . "Gak pah! Danisa ga mau dikawal, Danisa udah besar Danisa bisa jaga diri sendiri!". "Diluar sangat berbahaya Danisa, dengerin papa". "Danisa pengen kaya yang lain bisa bebas kemana tanpa harus dikawal, Danisa iri sama mereka!". "Okay fine! Papa ga akan suruh pengawal ikutin kamu, tapi sebagai gantinya Ravael akan mengawasi mu". "Ini pilihan terakhir, Papa ga akan ubah keputusan papa lagi" Sambung Leon. Danisa pun berlari menuju kamarnya sambil menahan tangis. "Ravael, tolong kamu jaga Danisa dengan baik jangan sampai dia terluka sedikitpun!" Ucap Leon kepada pemuda jangkung yang berada di sebelahnya. "Baik tuan!".

More details
WpActionLinkContent Guidelines