ia masih mencoba tersenyum,dan memasang topeng kebahagiaan,walau cerita hatinya jauh berbeda dari topeng itu.Seorang gadis berparas indah,wajahnya menyejukkan,senyumnya melesungkan ketenangan,tawanya gemerlap beraroma kelembutan,perkataannya begitu bersahaja,jiwa nya yang begitu tangkas nan tangguh ,keteguhan imannya begitu mempesona .Amira sapaannya,dengan nama " Amira Istiqamah ".Ia tak pernah berhenti melangkah melukis pelanginya ,ia tak pernah berhenti meceritakan dongeng demi dongeng yang ada disetiap doanya,ia tak pernah berkutik paksa dalam ukiran rasa meski kondisi cuaca yang tak pernah mendukung .tapi ia yakin,Allah akan memberikan pelangi setelah hujan .Hingga yang ia jumpai hanyalah bunga yang kian hari kian layu namun berusaha untuk tidak layu walau air tak memancarkannya, dongeng yang selalu ia lukis di tautan kertas demi kertas lembut,kini ia melukis aksara kehancuran dongengnya.itu menurutnya,nestapa hadir untuk pertama kalinya dalam dongeng Ana , gadis yang tak pernah menuntut apa apa dalam paksaan karena ia hanya insan yang berbasis keikhlasan,perempuan yang ingin mengundang kebahagiaan, gadis yang ingin terus berjumpa dengan awan biru, namun ia bertemu dengan awan gelap dan pastinya mengundang rintikan hujan menghiasi indahnya hari dan dengan waktu singkat berubah menjadi susuatu yang menusuk hatinya,ia merasakan pisau tumpul tertancap di sanubari nya,hujan lebat beserta kilatan juga sambaran petir pun mengikutinya.prasangka pun kian hadir berupaya menguasai pikirannya, berupaya mengawali skenario yang
sudah digariskan.Namun tidak untuk Ana,ia hanya tersenyum memandang semuanya dan Ana kembali belajar dengan lantunan kata Ikhlas dan sabar hingga ia selalu menanti hari yang cerah dihiasi pelangi dengan muhasabah yang terus ia lakukan di setiap hembusan nafasnya hingga yang hadir dihadapannya adalah hujan yang berhenti,dan dengan perlahan berubah menjadi awan biru,dan dongeng yang harus ia lukis di lembaran baru.lantunan penantian gadis hujan .
All Rights Reserved