Baik tawa atau haru, suka atau sedih, hingga harap dan ragu. Semuanya, berjalan dengan sendirinya.
Aku bahagia, terimakasih.
Tanpa ada intuisi berlebih, kau datang dengan begitu adanya.
Tak lagi menawar, melainkan membawakan, segalanya.
Bicara pergi, semua yang datang akan selalu pergi. Untuk kapan dan mengapa, hanya dapat ku temukan jawaban pertama. Namun jelas, kepergianmu adalah hal yang pasti.
Meski tanya memang berpasangan dengan jawab, tidak perlu bila jawab itu tak lagi penting. Sebab terkadang, ada beberapa hal yang tak perlu diutarakan, cukup dirasakan, dan dikenang. Dan aku, tak lagi berharap tanyaku terjawab.
Sebaliknya, jangan pula tanyakan mengapa aku tak bergeming, karena untuk menawar luka, aku tak butuh segenggam garam.
Ada satu waktu untuk pergi bahwa ketika tidak ada tempat yang pasti untuk pergi.
Kamu akan merindukanku dan ketika kamu merasakannya,
kamu akan menyadari bahwa kamu hanya bisa menyalahkan dirimu sendiri.
Dan aku harap kesalahan itu membuatmu sakit,
seperti rasa sakit yang kamu tinggalkan untukku.
"No body is very though in this life. Every body feels the sadness but they sometimes pretend to smile."