Salah Hati? [REVISI]

Salah Hati? [REVISI]

  • WpView
    Reads 1,033
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 5, 2017
"Oke,gue jujur. Selama ini gue cinta sama lo!" perempuan itu mengucapkannya dengan lantang. Terjadi perubahan raut wajah pada lelaki yang berdiri di depannya. "Apa!? Jadi lo mau khianatin persahabatan kita selama ini?" ucap sang lelaki dengan penuh amarah Sang wanita tak kuasa menahan tangisnya. "Gu-gue gabisa bohongin perasaan gue" ucapnya dengan terbata-bata. Seolah tak ada rasa kasihan,sang lelaki dihadapannya masih menatapnya tajam "Gue kecewa sama lo!" ucap sang lelaki sembari berlari meninggalkan Alyssa di taman,malam itu. Sendirian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • LAUREN
  • FREEDOM  [END]
  • HANNA
  • A RECCURING PAST
  • The Knife Smelled Like A Flower
  • Friendzone Stuck

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines