Teruntuk Kamu

Teruntuk Kamu

  • WpView
    Lecturas 3,673
  • WpVote
    Votos 102
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadConcluida lun, ago 6, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Teruntuk kamu, Hati yang telah lama singgah. Ini bukan masalah bertahan atau pergi. Tapi ingat, ucapan pertama saat pertama kali kita berkenalan. Harus bisa saling mempertahankan, walaupun kadang ada perubahan. Cukup untuk saling pengertian, tapi jangan berlebihan. Tunjukan pengorbanan, tapi jangan sampai meninggalkan. Semoga, rindu dapat menyadarkanmu. Dan, membawamu kembali kepadaku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • When his name is
  • KIDUNG CINTA AKU & DIRIMU
  • LAUTAN HATI HERA
  • Still Ours [Hiatus]
  • OM REZA
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • flashback~
  • Segala Tentangmu ❝
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido