ARDANARFITA

ARDANARFITA

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 31, 2017
Aku lahir dengan nama Ardanarfita Reihandi Cipta. Jenis kelamin perempuan. Aktivitas sebagai mahasiswi jurusan sastra di Perguruan Tinggi Negeri. Lahir dalam cerita ini dengan segenap perjuangan dari penulis. Aku bersyukur telah terlahir. Ada atau tidaknya aku di dunia ini tergantung percaya nya kalian. Hahh, ayahku itu bernama Aryadana Reihandi. Seorang pengacara. Bunda bernama, Refita Cipta. Seorang Psikolog. Aku bersyukur masih hapal betul nama keduanya. Berharap ini akan tetap. Semoga. Selalu dan akan seterusnya. Bicara cinta membuatku jengah. Dia pergi entah kemana. Meninggalkan segenap rasa yang masih tinggal di hati. Dia pergi tanpa permisi, hanya dengan sebuah ucapan, "Saya tidak pantas untukmu," aku terdiam dengan sebuah tanya yang Memilukan untuk membutuhkan jawaban. Kamu Linggarsena Dipati Arsyajaya, tanpa kamu tahu kamu sudah mematahkan hati yang rapuh. Menggoreskan luka yang dalam. Perih! Membuatku tidak lagi percaya dengan cinta. Dunia seakan menertawakanku Sena, aku rapuh! Segenap kecerian berganti dengan duka. Apa yang harus aku lakukan agar hidup ini indah kembali di mataku? Seseorang datang dengan nama Elangga Septa Andala, dengan sabar dia menunggu. Menunggu baginya adalah sebuah tantangan dari menyatakan cinta itu sendiri. Aku tahu, dia baik. Aku tahu, dia tulus. Tapi hati ini yang beku bisa apa? Hanya menyakitinya. Aku terlalu jahat untuknya. Dia membangun kembali kepingan hati yang rapuh Dengan penuh kesabaran. Kata cinta yang tak berujung diucapnya juga di rasanya, membuatku berpikir untuk mencoba. Mencoba menanamkan rasa yang sebenarnya tak ingin untukku buka. Dunia ini penuh dengan misteri, andaiku tidak dihidupkan disini mungkin aku tidak akan merasakan hal serumit ini. Aku ingin fana.. aku ingin tak ada..
All Rights Reserved
#812
patah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • Just Remembrance!
  • The Fate Of My Life (END)
  • Sihir Sang Pangeran-CH【𝐄𝐍𝐃】
  • 𓍢ִ໋🀦⊹ ࣪destiny and the moon⊹ ࣪ ˖࣪ ִֶָ☾. [Countryhuman]
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • BISMILLAH CINTA ✓
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Kadang mencintai dalam diam itu sangat menyenangkan, dimana hanya kamu dan hatimu yang merasakan detakan jantungnya, dan kadang semesta memberi kita ruang hanya untuk sesekali memandanginya. Akan tetapi bagaimana bila ternyata selama ini dia pun mencintaimun dalam diam, layaknya kamu yang mencintainya dalam diam. Dia adalah Dialeka yang sampai kapanku akan jadi cinta sejatiku. Nama Tokoh : -Januar Damara Argani -Rinanda Dialeka syahida -Arga Wira Prasyahdam -Agatha Maura syadila astumy - Nabila Hinda ( Nada ) -Jonathan Ethan Samuel - Gabriel Mosha Immanuel Cover by Nanda Puspita Sari... [COMPLETED] SINOFSIS ALASKA Suara bergema, mengusik tidur panjangnya. Pelupuk mata gadis itu perlahan mulai terbuka, bola matanya tetap indah walau memancarkan tanya. Rintihan hatinya mulai menyayat, semakin mempertanyakan akan tentang segalanya!!! Membawa setiap goresan waktu bak mimpi buruk! Menuai rindu yang berkecamuk. Lalu apa maksud dari semesta atas hadirnya Fahrie Alando Dirgantara, cowok tengil, periang dan berambisi yang selalu mengusik hidupnya. Mengapa tuhan mempermainkan hati keduanya??? Sehingga menuai luka baru setelah semua kenangan tentang cinta pertamanya kembali ia ingat! Mengapa tuhan merengut jiwanya disaat hati ini kembali hangat? Mengapa semuanya semakin rumit saat sang adik pergi meninggalkan dia? Mengapa tuhan mentakdirkan dua insan sahabat untuk sehidup semati?? Sebut saja gadis itu Dialeka, cinta pertama Januar Damara Argani... Penasaran?? Cuss baca aja, Cover By Nanda Puspita Sari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines