Bloodstained vow

Bloodstained vow

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 11, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
"Hei, aku mau tanya. Kenapa sih kau selalu bisa menemukanku? tidak seru tahu, kau selalu menang mudah kalau main petak umpet," ujar si gadis kecil sambil cemberut, berusaha terlihat marah, tapi pipi tembamnya malah membuatnya semakin menggemaskan. "Weee~ marah ya? takut ah," balas si bocah laki-laki yang duduk di sebelahnya. "Seriussss!" balas si gadis sebal, melempar boneka beruangnya ke arah sahabatnya itu. "Ahaha~ maaf-maaf. Mungkin ... hmm ... karena kau adalah temanku." Si gadis terdiam, tampak tak mengerti. Melihat wajah bingung sahabatnya, bocah laki-laki berambut pirang itu tersenyum dan mengacak pelan rambut si gadis. "Teman tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Karena itu, di manapun kau bersembunyi, aku pasti akan datang untuk menjemputmu." "Benarkah? Janji ya!" "Iya, janji!" Dua kelingking itu saling bertaut. . . . . "Tak peduli di manapun kau berada, aku pasti akan menjemputmu, aku akan menyelamatmu." Revolver hitam berada dalam genggaman tangan berlumur darah darah. Seorang pemuda berambut pirang bersembunyi dalam gelapnya malam. "Karena kita adalah teman."
All Rights Reserved
#641
psychopath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Trasmigrasi Queenzee
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • MIRROR | Jay ✓
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Golden Hour

Cleo, si 'Ratu' kejam, tidak ada yang mampu menaklukannya. Baginya semua pria kecuali yang berguna baginya adalah kuman yang mengotori jalannya. Bahkan ayahnya pun, ia buat kalah dan menangis pada permainan yang ayahnya atur sendiri. Gadis bar bar yang tidak percaya cinta sampai Zealan, si bocah iblis masuk ke dalam hidupnya lagi dan menariknya dalam perjalanan roller coaster yang melelahkan, namun selalu membuat Cleo penasaran dan tidak bisa menolak. Cleo yang akhirnya mulai tergerak harus menelan pill pahit saat menemukan fakta kenapa zealan mengejarnya. ~🖤~ Kamu... sedikit manipulatif." Cleo memilih kalimatnya dengan hati-hati. Bukannya mengelak atau tersinggung, Zealan malah tersenyum. "Kenapa kakak bisa punya pikiran kaya gitu?" "Karena kamu buat aku berpikir kalau kamu.... Menyukaiku. Cleo hanya bisa menyelesaikan kalimatnya di dalam hati. "Aku apa?" Tanya Zealan dengan nada tenang namun matanya tidak bisa menutupi antusias yang ia rasakan. "Kamu bocah iblis!" Kata Cleo dengan geram. Raut wajah Zealan meredup dengan jawaban asal Cleo. Jelas dia menginginkan jawaban lain dari Cleo. "Bagaimana jika, apa yang kamu pikir itu benar? Apa yang kamu pikirkan tentang aku ke kamu itu benar?" Bisik Zealan di telinga Cleo. "Apa yang akan kamu lakukan, Cleopatra?" ~🖤~ "Kau membuktikan sesuatu padaku. Bahkan ada orang yang bisa lebih brengsek darinya." Suara Cleo bergetar. "Aku membencimu!" Kata Cleo sambil menggretakkan gigi saking geramnya. Satu tetes air mata Cleo mengalir dipipinya. "Lebih dari aku membencinya! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines