Buat [Nama Kamu]

Buat [Nama Kamu]

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 11, 2017
Karena aku terlalu baik untuk membuka hati. Jadi tetaplah seperti ini. Jika banyak berharap hanya aku yang merasakan sakitnya tetapi tidak dengan kau. Ayolah,lagi2 hal seperti ini yang hadir. Ini hanya khayalan kosong karena terpengaruh oleh halusinasi drama korea. Terlalu berharap menjadi teman dekat padahal dengan adanya kau disini sudah menyenangkan.. Aku tidak ingin melangkah terlalu jauh, takut tidak sampai dan tidak sesuai harapan. Jadi tetaplah kau menjadi objek penyemangat setiap hari ku saja. Jika kau ingin tersenyum kepadaku,tersenyumlah. Jika kau ingin menyapa ku sapalah. Jika kau ingin berbicara denganku ayo bicaralah. Akan kutunggu kawan pengisi hatiku. Banyak yang ingin aku ceritakan. Aku rindu sekali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Full Of Scratches
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Love Story Is Not Korean Drama
  • Good Bye For Now (End)
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • SasuHina - Love Story
  • You're Here, But Not For Me
  • Cahaya Dirimu

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines