Nijikon Last Diary

Nijikon Last Diary

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 24, 2017
WpInfo
Fanfic
Bukan tanpa alasan, tapi penderitaan yang menuntutnya. Tidak ada yang lebih waras di dunia dari seorang penyendiri. (Setidaknya itulah yang ku dengar dari seorang penyendiri menjijikan). Tapi gadis itu terlalu jauh memerankan bagiannya. Tanpa sadar ia terlena menjadi dia yang berbeda. Hingga mimpi hitam menyeret dirinya ke dalam jurang. Selamat datang ke dalam mimpi hitam, mimpi para pemimpi yang ingin kehidupan kelabu berubah menjadi pelangi.
All Rights Reserved
#293
readerinsert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In the Future Without You
  • 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐞𝐢𝐫𝐝𝐧𝐞𝐬𝐬 [SELESAI]
  • Kemana Ku titip Luka Ku ?
  • 𝓑ehind the rain
  • 31 Inch of Empty Seat
  • Amor Almira
  • The Dark Side(END)
  • The High Class
  • Garis Takdir Sera [ON GOING]
  • Too Litlle Too Late

Matanya terlihat sangat indah, bagai permata yang telah lama hilang. Menyimpan ketertarikan yang menarik perhatian banyak orang. Seluruh dunia seolah membencinya tanpa syarat dan membawanya pada kesepian. Beban itu terlalu berat untuknya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya terpaku dalam diam di dekatnya. Tanpa mengeluh sedikit pun ia terus menanggung semuanya sendirian. Menerima seluruh kebencian yang diberikan padanya. Ia terus memamerkan senyumnya yang tidak pernah hilang, tapi perasaannya sendiri sudah hancur. Menyembunyikan betapa sakitnya semua hal yang telah ia lalui selama ini da apa yang akan terjadi setelahnya. Dia telah terluka lebih dalam daripada siapa pun. Beberapa tahun yang telah kuhabiskan dengannya tidak mengubah kenyataan. Semua tindakannya hanyalah kebohongan, dia tidak pernah melihatku sama sekali. Apa yang harus kulakukan untuknya agar ia menyadari bahwa aku selalu ada untuknya? Tanpa tahu apa-apa dan hanya bisa diam. Aku ingin dia tahu bahwa aku ada untuknya. Aku juga ingin bisa melindunginya ... dengan segenap jiwa rapuhku ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines