Edelweiss
  • WpView
    Reads 3,164
  • WpVote
    Votes 447
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 14, 2017
#Tim Author : Sherly Oktaviana Alya, gadis biasa-biasa saja yang hadir diantara Nathan dan Alan. Gadis broken home dan mempunyai penyakit parah yang bahkan bisa merenggut nyawanya. Mempunyai seorang kakak laki-laki yang tewas tertabrak mobil. Akankah Alya dapat melewati penyakitnya? Dapatkah Alya mencari siapa pembunuh kakaknya? Akankah Alya bisa menyatukan 2 orang yang bermusuhan? ******************************************************* Ok guys ^^ Happy reading my story :) Don't forget untuk ngasih vote dan komennya ya ^_^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • TAKDIR
  • First Rain "Hujan Pertama" (End)
  • Takdir Si Gadis Figuran (END✔️)
  • {2} ILY ( I Love You or I Leave You )
  • 5 Years Later
  • Shadows of the Main Story
  • Baby İo
  • HSS (2): Tosca!

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines