Perang Jiwa: Doppelganger

Perang Jiwa: Doppelganger

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2017
*Pernahkah kamu berfikir bahwa tubuh yang kamu miliki bukan milikmu sepenuhnya?. **Pernahkah kamu hilang kendali atas seluruh tubuhmu? lalu lupa kejadian setelahnya?. ***Kita tidak pernah mengetahui diri kita sebenarnya, karena kita terlalu sibuk mencari tahu tentang dunia. Ada sesuatu didalam diri kita yang luar biasa sekaligus berbahaya untuk kita ketahui dan pahami, namun sayangnya tidak semua orang berani untuk mencari tahu rahasia itu. ****Hidupku seketika berubah semenjak aku mengetahui rahasia itu. Takut, namun kesadaranku yang membuat jiwa dan diri ini bergerak untuk mencari tahu arti sebenarnya dari rahasia itu, dan mencoba merangkak keluar dari ilusi yang disebut dunia ini. *****Inilah cerita tentang perang abadi antara jiwa jiwa yang terpenjara dalam siklus yang tidak pernah berhenti.
All Rights Reserved
#804
sci-fi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BATAS TAKDIR {On Going}
  • in ROOM
  • The Dark Side(END)
  • Lulu
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Psikopat Digital? [End]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • The Enchantress, Return of The Guardian [LOTR fanfic]
  • Project : NOIR
  • Quant (On Going)

Darah menggenang di bawah tubuhku. Dingin. Sunyi. Aku mencoba menarik napas, tapi paru-paruku terasa sesak. Tubuhku gemetar, kesadaranku mulai memudar. Ini bukan pertama kalinya aku merasakan kematian. Bukan pertama kalinya. Bukan terakhir kalinya. Aku ingin berteriak, tapi suara yang keluar hanya bisikan samar. Tidak ada yang datang. Tidak ada yang menolongku. Aku mati sendirian. Lagi. "Kenapa... selalu begini...?" suaraku terdengar parau. Langit di atasku mulai buram. Aku tidak bisa merasakan tubuhku lagi. Tapi sebelum segalanya gelap, aku melihatnya-sebuah simbol. Terukir di tempat yang seharusnya tidak aku lupakan. Muncul dalam setiap kehidupanku, tapi aku selalu gagal menyadarinya. Kilasan wajah-wajah asing melintas di pikiranku. Atau mungkin... mereka bukan asing sama sekali? Seseorang berbisik di kepalaku. "Kau tidak boleh menyerah." Aku ingin tahu... Aku ingin ingat... Aku ingin bebas. Dan untuk itu, aku harus mengulang semuanya. Lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines