Revangga Dinartian

Revangga Dinartian

  • WpView
    LECTURAS 76
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 22, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Mereka sahabatan, tapi kayak musuhan. Kalau musuhan, nyatanya mereka sahabatan. Katanya, dalam persahabatan antara cewek dan cowok hampir enggak mungkin kalau enggak ada selipan cinta. Sialnya, perkataan itu benar adanya bagi Revangga. Dirinya, menyukai sosok Manda, Sang Sahabat Karib. Sayangnya, Manda punya pacar. Hadeh, kenapa sih persahabatan anatara cewek dan cowok itu ribet sekali pakai acara punya 'kutukan' semacam itu? Kalau sudah terkena kutukan itu jadinya repot, kan? Repot harus memilih keputusan yang benar supaya tidak ada yang tersakiti. Revangga harus bagaimana? Memperjuangkan perasaannya, tapi menyakiti pacar sahabatnya atau memendamnya sendiri dengan risiko sakit hati? --- Revangga Dinartian a teenfiction by moody-ayu
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It HURTS
  • Deru Tresna Aruna
  • DAKSA [END]
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • ANNAYYARA (On going)
  • Secret Admirer
  • AMISTAD✅
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Sakura✔️
  • RAKASYA [TERBIT]
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido