CLOSER

CLOSER

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Zidan Al-Kaffa; seorang laki-laki yang terlahir dari keluarga yang sangat islami. Namun dengan gaya slengean dan selalu melanggar peraturan sekolah, teman-temannya selalu meragukan hal itu. Masalah percintaan, Zidan tidak pernah pacaran semasa hidupnya. Hal itu dikarenakan larangan keras dari orangtua Zidan untuk tidak berpacaran. Namun, ada satu gadis yang selalu ia kagumi sejak ia menginjakkan kaki di SMA Nusa Bangsa. Apakah selamanya Zidan akan mengagumi sosok gadis itu? Atau Zidan akan melanggar aturan orang tuanya untuk berpacaran?
All Rights Reserved
#204
zidan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • Lantas (END)
  • Ragashka [END]
  • DANKLAR
  • Om, Ayo Nikah!
  • Promise You The Moon
  • Virgo (End)
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines