Merelakan Masa lalu (SUDAH TERBIT)

Merelakan Masa lalu (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 4,081
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 19, 2021
(SUDAH TERBIT jika ingin memesan silahkan chat) Davazka aditya putra, --Laki-laki dengan segala rahasianya dan juga Aizilla putri cendana, --Perempuan dengan segala kepolosannya. Hingga ketertarikan Dava membuat mereka memilih bersama tanpa tahu akan ada seseorang yang terluka karenanya. Akankah mereka tetap bersama? Atau saling melepas? Hingga menjadi masa lalu yang harus direlakan. (NO PLAGIAT SIST, UDAH TERBIT!:)) Copyright© 2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Hidden Feelings
  • 𝐿𝑜𝑣𝑒 𝐼𝑠 𝐶𝑜𝑚𝑝𝑙𝑖𝑐𝑎𝑡𝑒𝑑 (𝐶𝑖𝑛𝑡𝑎 𝐼𝑡𝑢 𝑅𝑢𝑚𝑖𝑡) 𝐸𝑁𝐷
  • Relationshit
  • GREENSTA [END]
  • Sayap-Sayap Patah
  • 00.00
  • You Are Mine [Terbit]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines