Ibuku (tidak) gila

Ibuku (tidak) gila

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 5, 2021
[Peringatan : Cerita ini hanya ada 1 chapter dan berdasarkan kenyataan yang dialami oleh penulis. Tokoh utama disamarkan. Ditulis sebagai bentuk partisipasi dalam rangka memperingati Hari Bipolar] Ibuku sepenuhnya waras--begitulah kata-kata yabg sering aku ucapkan kepada orang yang kerap kali tengah berbisik-bisik ketika melewati kami. Ibuku hanya sedikit stress dan depresi, tapi dia benar-benar waras. Aku anaknya, akulah yang mengerti seberapa besar luka yang ada pada hatinya. Mereka(orang-orang luar) hanya melihat tampilannya saja. Ibu, jangan khawatir, aku akan tetap berada disampingmu sekalipun dunia pun turut tidak mengacuhkanmu. Ibu, aku tak kan meninggalkan dirimu sekalipun ibu sendiri mengatakan bahwa dirimu sudah tak waras. Ibu, aku menyayangimu dan aku siap menerima segalanya ibu. Ibu, satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu sejak ayah meninggalkan kita berdua. Kenapa Ibu masih menantikannya? Hak cipta terlindungi, 2017, oleh Joice Christin. lowercase indeed
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surga yang Harus ku jaga
  • MIMPI KECIL SANG SULUNG ft. Halilintar
  • ANDAI AKU BISA
  • IBU➥END
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • Save and Protect
  • Don't Touch My Book! [THE END]

Bagiku ibu sosok yang luar biasa saja ,tak begitu istimewah.Kalaupun ibu mengerjakan apapun demi aku anaknya ya wajar saja,bukankah itu kewajiban sebagai seorang ibu? Namun kiranya Tuhan membunuh keangkuhanku selama ini sebagai seorang artis yang sedang 'naik daun' wanita yang telah melahirkan dan membesarkanku dengan sepenuh jiwa raganya itu. pagi itu... Aku temukan guru di jalanan tanpa ku sangka dan ku duga.Sosok pribadi sederhana yang begitu istimewah dimata sombongku.Seorang gadis kecil yang berumur 9 tahun yang cukup membuatku terpaku mati kata,oleh sebab kalimatnya sukses menamparku dengan keras. "Aku ingin menjadi ibu dari ibuku'.....kata kata dari bibir mungil siti,begitu kuat terngiang di kedua telinga,membuat kepalaku berat dan terus menerus memikirkannya.sorot sendu sayu matanya begitu menusuk dalam renung kalbuku,membuatku terus termangu.Siti penuh ketabahan marawat sang ibu yang menderita gangguan jiwa. mengais rejeki-nya,dengan terus setia menjaga ibu nya dengan segenap cara sederhananya.Betapa selama ini aku sangat besar kepala dengan kedunguanku.... membantah IBU... Yatuhan... jika ada kata yang melebihi kata maaf,aku akan terus ucapkan untuk IBU.... cover by.SEAN HASYIM

More details
WpActionLinkContent Guidelines