Juni bukan tipe yang percaya pada akhir bahagia, apalagi cinta yang katanya bisa menyembuhkan segalanya. Hidup telah mengajarkannya bahwa cinta tidak selalu berarti aman, bahwa pernikahan bisa jadi neraka, dan bahwa pria sebaik apa pun tetap bisa menyakiti. Aaron, dengan semua kekonyolan dan ketulusannya, seharusnya bukan masalah. Seharusnya mudah untuk mengabaikan laki-laki yang selalu datang dengan tawa dan keisengan, laki-laki yang tidak pernah terlihat punya luka apa pun dalam hidupnya. Seharusnya mudah untuk menepisnya, sebagaimana Juni selalu menepis semua kemungkinan yang melibatkan perasaan. Tapi seharusnya tidak berarti kenyataan. Dan kenyataannya adalah: Aaron tetap di sana, tetap ada, tetap membuat dirinya terpojok dalam ketakutan yang tidak bisa ia kendalikan. Ketika akhirnya Juni memilih mundur, ketika ia memilih seseorang yang lebih "pasti", ia pikir semuanya akan berakhir. Ia pikir Aaron akan berhenti datang. Ia pikir laki-laki itu akan menyerah. Namun, cinta tidak bekerja seperti itu. Dan tidak peduli seberapa jauh ia berlari, tidak peduli seberapa keras ia meyakinkan dirinya bahwa ia baik-baik saja tanpa Aaron-hidup selalu punya cara untuk menunjukkan bahwa ada orang-orang yang tidak bisa benar-benar kita lepaskan. Cover picture from Pinterest Project By : ComfyQueen_
Mehr Details