You Are My Melody (Agust D)

You Are My Melody (Agust D)

  • WpView
    Reads 483
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
Sang Melodi, semuanya berawal karena sebuah piano yang menghipnotisnya masuk ke dalam dunia musik. Memaksanya untuk memainkan setiap tuts yang semakin mengekangnya dengan rantai beracun yang kapan saja bisa membunuhnya. Namun, setiap hatinya berteriak ingin berhenti, racun itu dengan cepat akan masuk ke dalam tubuhnya, membunuhnya dalam kekangan lebih cepat. Apakah yang bisa dilakukan oleh seseorang berhati dingin yang hanya menunjukkan kerapuhannya pada Sang Melodi, untuk memusnahkan rantai yang mengekang melodi miliknya itu? ReInA🐰
All Rights Reserved
#110
agustd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AUTUMN ☑
  • Melodimas [COMPLETED]
  • Melody || [END]
  • THE PREDATOR'S CLAIM
  • Melody [TAMAT]
  • Minty Vanilla
  • TITANIUM [END]
  • Melody For You
  • Melody of Pain ✅
  • DREGAS: MY TOXIC BOYFRIEND

Suara ketukan sepatu hitam yang dikenakan pria itu tedengar senada dengan langkah kakinya yang hati-hati. Ia menyusuri setiap ruang rumah rapuh yang telah lama ditinggalkan, barangkali hanya ada tikus dan laba-laba. Pencahayaan yang minim tak membuatnya merasa ngeri dengan rumah itu. Seolah merasa cukup dengan pantulan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela dan atap yang berlubang di mana-mana. Matanya menelisik ke seluruh tembok juga ruangan penuh debu, bahkan beberapa dari lantai kayu yang menjadi pijakannya telah rapuh. Langkahnya terhenti di sebuah ruangan yang cukup luas, barangkali inilah ruang tamu. Sejenak ia mengamati ruang kosong itu. Hanya satu benda tertinggal di sudut ruang itu. Sebuah grand piano yang telah rusak parah, mungkin tak dapat di perbaiki bagaimanapun caranya. Ia memutuskan mendekati grand piano itu dan membuka papan panjang yang menutup jajaran tuts-tuts. Senyum kecil tercetak di sudut bibirnya, ia mendapati sebuah partitur lama yang kusam dan termakan oleh kutu buku. Jangankan membaca not, untuk sekedar melihat tangga nada yang tersisa pun tak bisa. Ia hanya dapat membaca judul dari partitur itu dan sebuah coretan nama sang pemilik Bagaimana kelanjutan kisah Hyunsik. Apakah semua sesuai ekspetasi? Mari kita lihat hehehe ⚫⚫⚫⚫⚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines