Serpihan Hati

Serpihan Hati

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 17, 2017
Mencintai orang yang tak mencintai kita itu memang menyakitkan. Tetapi, lebih menyakitkan lagi. Jika dia yang kita cinta adalah orang yang selalu ada untuk kita, yang selalu menemani kita. Dilema. Itulah yang kini dirasakan gadis kurus, berambut sebahu itu dengan tubuhnya yang tinggi semampai. Hatinya benar - benar dilema. Haruskah ia mengutarakan isi hatinya ini? Ataukah melupakannya. Jika ia mengungkapkannya, mungkinkah dia akan mendapat cinta itu dan merasa senang? Tentu tidak, dia malah akan semakin terpuruk. Tetapi, jika ia terus memendamnya. Sakit ini akan terus menggerogoti hatinya dan secara perlahan akan membunuhnya. Arghhhh.... Ini sangat membingungkan. Sungguh. Dan kenapa aku mencintai dia? Kenapa bukan yang lain saja. Yang mudah untuk didapatkan atau pun dilupakan.Batinnya Tetapi cinta tidak begitu. Hati berbicara Kenapa tidak bisa?. Logika sekarang yang angkat bicara Arghhhh.... Dilemparnya bantal berbentuk doraemon itu, yang merupakan bantal kesayangnnya. Aku benci ini semua. Teriaknya dalam hati. Apakah cinta ini akan terbalaskan ataukah terpaksa harus dilupakan?.
All Rights Reserved
#356
masakini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laksana [END]
  • Love & Patience √
  • Orange's || Season 1 [Completed]
  • HaluNatasha
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • Do You Miss Me ?
  • Mencintai Dalam Diam

Wajah datar dan kaku menghiasi hari-hariku selama 2 tahun terakhir. Ini adalah bentuk pertahanan diri, agar orang lain tidak memandangku dengan tatapan kasihan. Aku benci itu. Semua berjalan seperti air mengalir. Hidupku tentram walaupun terlihat monoton. Tapi siapa sangka di balik itu semua ada rahasia yang tersimpan di ingatanku. Semuanya masih terlihat jelas, bahkan sangat jelas. Seakan-akan peristiwa itu baru terjadi kemarin. Dan ingatan itu terus menghantuiku sampai sekarang. Tiba-tiba seseorang datang dihidupku, membuatku terusik. Bukan karena merasa tersaingi, tapi gelisah karena sepertinya ia mengetahui sesuatu tentangku, dan aku tidak siap untuk itu. Ingatkan aku untuk tetap menjaga jarak dengan orang itu. Seseorang bernama Vino. Tapi apakah aku bisa terus menghindar? Atau malah justru aku yang berusaha untuk mendekatinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines