Kacamata Humor

Kacamata Humor

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 17, 2017
Hanya fiktif belaka yang menceritakan bagaimana kehidupan remaja pada umumnya. bercerita tentang bagaimana mereka memaknai arti kebahagiaan yang mengutamakan kebersamaan. Ya, mereka itu adalah Arif, Abdul, Ahmad, Nifah dan Alika. Tak perlu tanya mereka itu bersahabat atau tidak? karena pada kenyataannya mereka pun tak tahu mereka bersahabat atau hanya sekedar tahu dan mengenal, satu hal yang mereka tahu adalah bercanda. Dan hal yang selalu dilakukannya adalah mentertawakan satu dengan yang lain, tak pernah menganggap serius. karena serius sudah bubar. loh ko?abaikan. sebut saja membully? tidak, itu terlalu menyakitkan. karena kebersamaan tidak sebercanda itu. mungkin sedikit iya, tapi tidak sampai menyakiti. mereka sadar dan tahu betul mana yang pantas ditertawakan dan mana yang tidak. lalu bahagia itu seperti apa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Troublemaker (Tamat)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Caramu mencintaiku.
  • arenka -on going-
  • Sahabat🍂 [COMPLETED]
  • Relationship
  • Sour Seventeen

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines