Diary Biru

Diary Biru

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 12, 2017
Terkadang apa yang kita inginkan tidak akan benar-benar terjadi. Terkadang aku kecewa dengan Tuhan sesuatu yang tidak ku inginkan Bisa jadi terjadi bertubi-tubi kepadaku sedangkan hal yang sangat aku dambakan tidak benar-benar terjadi. Tuhan jika kau mendengarkanku sekali ini saja Aku mohon untuk yang satu ini sebelum aku benar-benar pergi meninggalakan kesedihan dan duka. Buat "Dia" bahagia Aku mohon. ~Malika~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amami
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • SHE IS MY TWINS
  • Full Of Scratches
  • Tentang Waktu (End)
  • GELAN
  • Devon [END]
  • Been You
  • Become an Extra or Main Character [END]
Amami

Riksa hanya anak badung dan biang onar di sekolahnya. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Memang siapa yang akan melarangnya? Orang tua? Tidak ada. Bahkan baginya, rumah sudah bukan lagi tempat Riksa untuk pulang. Orang tuanya berpisah dan bodohnya lagi papanya masih mengharapkan istrinya kembali. Sedangkan mamanya... entahlah, mungkin wanita itu kembali pada cinta pertamanya. Atau bahkan lebih baik ia tidak usah kembali. Karena terakhir kali bertemu, mamanya hampir membuat nyawa Ester melayang. Namun di dalam hati, Riksa masih menginginkan kehangatan dan cintanya kembali lagi seperti dulu. Diam-diam berdoa dalam dan meminta waktu untuk bisa ia putar kembali. Tapi Riksa sadar, hal itu tidak akan terjadi karena ia bukan Tuhan. Sekarang lelaki itu hanya berharap bahwa suatu saat ada seseorang yang akan datang membawa cintanya yang hilang, sesuatu yang dulu sempat Riksa buang, sesuatu yang pernah Riksa lupakan, sesuatu yang dulu sempat ia rasakan di tengah keluarganya yang saat ini telah hancur. Jika seseorang itu mampu memberikannya semua itu dan memberikan satu hal lebih lagi pada Riksa, ia berharap orang itu pun mampu memperbaiki dirinya yang kini telah rusak serta mengisi kekosongan hatinya. Tapi selama waktu itu akan datang, Riksa harus berbuat apa? Apakah seseorang itu memang akan datang padanya? Jika tidak, dia harus bagaimana? Apakah Riksa harus terus berdoa pada harapan semu hingga akhir masa hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines