Roses
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2019
Malam ini dingin. Ketika gue sesekali menoleh ke arah spion dan mendapati lo ada di belakang gue. Yang mana enggak berinisiatif untuk menyalip. Malam ini dingin. Untuk mendapati diri gue dalam keadaan yang sesak. Karena seharusnya memang begitu dan nggak ada yang perlu diistimewakan dari apa yang lo lakuin. Malam ini dingin. Ya, sedingin hati gue yang belum mau berdamai sama masa lalu. Tentang lo, gue.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • Black Beri
  • K I T A
  • lOVe Story
  • Tangisan Hujan
  • realities and nightmares
  • Rainy Day (complete)
  • All The Small Thing
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • just the way you are

Malam itu, langit begitu gelap, hanya diterangi cahaya temaram dari lampu jalan yang menyinari setiap sudut kota. Aku berdiri di depan gerbang rumah, menatap ke arah jalan raya. Hatiku berdebar, ada semacam keheningan yang menyesakkan di dada. Kegiatan perpisahan di sekolah baru saja selesai, dan meskipun acara itu penuh tawa dan ceria, ada perasaan aneh yang mengendap di dalam diri. Mungkin ini karena aku tahu, hari itu akan menjadi hari terakhir kali kita bertemu dalam keadaan seperti ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines