We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bunglon Pada Dandelion

Bunglon Pada Dandelion

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Nama gue adalah Bima Aditya. Umur Bima masih 16 tahun ya walaupun gue masih muda tapi pikiran gue gak kalah jauh sama orang dewasa. Gue hidup di jaman di mana gue dituntut untuk kamuflase terhadap lingkungan gue. Cerita ini gue ambil dari pengalaman hidup gue. Jangan di lewatkan banyak arti dari serangkai kata-kata yang pastinya bikin lo jadi baper. Kuy lanjut apditung..... (Apa di tunggu)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sehari Untuk Selamanya
  • SIMALAKAMA💋
  • DIA ADALAH NAJA
  • jibaku shounen reinkarnasion.
  • Hidup Amelia
  • Hai, Kak! (END)
  • BEAUTIFUL GEM SARI
  • MANTAN DOI ( TAMAT )
  • mak!!!! aku mau kaweeenn!!!
  • New Possessive Family

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

More details
WpActionLinkContent Guidelines