My Moodbooster [END]

My Moodbooster [END]

  • WpView
    Reads 358,537
  • WpVote
    Votes 13,588
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Judul awal: Curious So Love Dia, orang yang awalnya sangat kubenci. Yang selalu diberi hadiah makian hebat olehku namun ia tak pernah menjauhi ku tak pernah ingin meninggalkanku sendirian. Dia adalah orang yang selalu bisa merubah air mata ku menjadi sebuah tawaan renyah. Dia selalu bisa mengukir senyuman indah dibibirku. Terimakasih pria super tengil aku sangat2 benci kamu. Iya Benci, Benar-benar Cinta..
All Rights Reserved
#201
baperan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • ON SIGHT (Completed)
  • GASA [end]
  • CINTA YANG NYATA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • You Are The First
  • "Singgah"
  • Mungkin Suatu Hari Nanti
  • JURNAL GABELL
  • ZIELLE [ON GOING]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines