Fa-Dila
  • WpView
    Reads 949
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 19, 2021
"Eh.., udah maghrib nih, nggak baik cewe pulang sendirian" kata Fadil dengan wajah coolnya "Yaudah deh..," moga keputusan gue bener. Saat diperjalanan gue megang bahunya kak Fadil soalnya nggak enak kalau meluk dia dari belakang. "Gini.."kata kak Fadil yang memegang tanganku dan langsung meletakan dipinggulnya. Deg..., arrggh shit gue blushing.dan gue yakin, pipi udah kaya kepiting rebus nih😂
All Rights Reserved
#6
cowokidaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Home (Completed) (Repost)
  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • Friendshit
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Should be Remember
  • Don't Say Goodbye ✔
  • Ketos Dingin||MYG✔️
  • i don't want to - PARK JIHOON [End]
  • Cegil by my side (hiat)
  • ALRIN

"Siapa barusan? Kok enggak disuruh masuk dulu?" ayah kini mengalihkan fokusnya padaku. "Teman Yah. Tadinya mau turun tapi aku bilang gak usah, gak enak udah malem," kataku lalu berjalan meninggalkan ayah. "Harusnya suruh masuk dulu, biar ayah tahu kamu berteman sama siapa?" katanya lagi. Aku memutar mataku jengah. Lalu berbalik menghadap ayah. Lalu berjalan mendekatinya. Menggelayutkan tanganku di tangan kekar laki-laki paruh baya yang selalu merasa khawatir padaku, seakan-akan aku ini masih gadis kecilnya. Satu hal yang ayah lupa aku kini sudah berusia 26 tahun dan aku sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Ayah, dia itu bukan siapa-siapa! Ayah gak usah khawatir kakak udah 24 dan bisa jaga diri," kataku sambil menggiring ayah masuk ke dalam rumah. Kudengar ayah menghela nafasnya, "Kamu itu permata ayah satu-satunya, harus benar-benar ayah jaga, karena ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika sesuatu terjadi sama kamu," katanya. Aku mengelus lengan ayah, "Ayah gak usah khawatir! Kakak gak akan buat ayah kecewa," kataku lalu masuk ke dalam rumah. Ayah kemudian melepaskan lenganku yang menggamit menutup pintu depan dan memastikannya agar terkunci rapat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines