Pesan Cinta Dari Tuhan

Pesan Cinta Dari Tuhan

  • WpView
    Leituras 97
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mar 23, 2017
Pernah terpikir, saat bahagia, merasakan segala kemudahan, hidup serasa tanpa hambatan, siapa yang pertama kali kita sebut namanya? Jujur saja, bukan Tuhan yang terucap dalam lisan, bukan Tuhan yang terpikir dalam benak, bukan Tuhan yang tertera dalam hati. Tapi pikirkan lagi, saat sedih, merasakan segala kesulitan, hidup serasa penuh tekanan, siapa yang pertama kali kita beri keluhan? Sudah pasti, Tuhan yang pertama kali dipertanyakan dalam lisan, Tuhan yang disalahkan dalam benak karena dirasa tidak memberi keadilan, Tuhan pula yang menjadi bagian sumpah serapah dalam hati karena disebut tak berpihak padamu. Tapi pikirkan kembali, tanpa Tuhan maka siapa dirimu? Tanpa Tuhan bagaimana hidupmu? Tanpa Tuhan apa yang bisa kamu lakukan? Karena semua adalah kesia-siaan ketika Tuhan tak jadi bagian dari segala yang kau lakukan.
Todos os Direitos Reservados
#4
novelization
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Heart Boat
  • Warna Yang Hilang
  • Goresan Hati (Terbit)
  • [4] Cinta & Benci 2
  • My Lalalalisa (REVISI)
  • Kabut Cinta Diujung Senja
  • Dear Imamku
  • You Promised [END]
  • Cinta Terakhir
  • Makna Bahagia?

Terima kasih pada teman-teman yang sudah mau menyempatkan membaca karya novelku. Semoga senang dengan ceritanya. Ini karya pertamaku. Bagi saya membaca novel itu menyenangkan. Bisa melambungkan hayalan untuk melupakan penat sesaat. Saya dwi isa mengucapkan terima kasih banyak sama teman-teman semua. ~~~[[~~[[[[~~~~~~~~~ Ketika waktu tak lagi bisa menepi tapi hati ini berharap untuk menepi. Menepis semua yang terhampar dalam waktu yang tenggelam dalam air. Bagaikan ikan-ikan yang terlalu senang dengan kehidupannya. Tapi itu tidak berlaku dikehidupanku. Kehidupan yang gelap tanpa teman. Hanya kegelisahan dan kesepian yang mendera hati ini. Akankah ada tangan yang mampu mengangkatku dari dasar ini? Adakah malaikat yang menerbangkan aku keawan? Mampukah pangeran membangunkanku dari tidurku yang seakan-akan mati? Ataukah aku akan hilang bersama dalamnya jurang yang menelanku?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo