Story cover for Torn In Two by aqtantiq
Torn In Two
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Mar 14, 2017
24 jam dalam 1 hari
7 hari dalam 1minggu
4 minggu dalam 1 bulan
12 bulan dalam 1 tahun
waktu yang kubutuhkan hanya untuk memikirkan mu

"Sekarang udah 5 tahun, jadi berapa banyak waktu yg aku buang sia sia buat mikirin kamu, kamu pasti udah bahagia sama dia, padahal aku berharap kamu bahagia nya sama aku"

"What would you do if  my heart was 'torn in two' ?
All Rights Reserved
Sign up to add Torn In Two to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
anugrah terindah (end) [before takdir indah] cover
78 DAYS cover
Kita Sembuh Bareng? cover
zeandra dan Marsha... cover
HE IS MY MINE! cover
Ada Apa Dengan Cinta cover
PERJODOHAN PAKSA ( END ) cover
luka sekaligus obatnya (end) cover
Yang Terlupakan  cover
Penyesalan - MANDIRA END cover

anugrah terindah (end) [before takdir indah]

35 parts Complete

pov: adel "kita adalah kita bukan orang lain. stop banding bandingin kita, kita gak bisa kayak orang lain dan orang lain tidak bisa seperti kita jadi stop bandingin kita" cerita tentang lima orang yang bersahabat baik tapi banyak luka yang menderita. azizi seorang kakak yang harus bisa menyelamatkan nyawa sang adek yang tekena penyakit jantung dan paru paru, adel seorang gadis yang terkena penyakit jantung dan paru, sering di bully di sekolah nya, christy seorang gadis yang jarang dikasih sayang oleh keluarganya di karenakan keluarga sibuk sama kerjanya, marsha dan katharina seorang gadis yang selalu dibanding-bandingkan oleh sang kakak pertama terus kalo mereka pun luka begitu besar. terus apa anugrah terindah mereka. terus gunanya mereka hidup dengan luka apa. dan kenapa mereka selalu bilang anugrah anugrah kan di hidup mereka cuman lah luka bukan anugrah. jadi anugrah terindah mereka apa ya. yuk kita cari tau anugrah terindah dari mereka berlima