ARMILA

ARMILA

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 22, 2017
Aku bahagia bila kau bahagia Kau segalanya Kau adalah hidupku Tanpamu aku tak bisa bertahan hidup -Noki Ilham Saputra Mengapa kau mementingkan kebahagiaanku daripada kebahagiaanmu sendiri? Jangan sakiti dirimu demi kebahagiaanku -Armila Khalila Salsabila Akan ku lakukan apapun yang membuatmu bahagia,Apapun itu termaksud nyawaku. Jangan pikirkan kebahagiaanku. Kamu adalah prioritas utamaku -Kevin Dirgantara Dia yang selalu membuatmu terluka dan aku yang mengobatinya Namun,mengapa kau masih ingin terluka demi dia ? Sadarlah ada aku disini untukmu -Angelina Francisca
All Rights Reserved
#612
playboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Mentari Tanpa Sinar
  • HUJAN WAKTU ITU
  • BULAN (END)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • the other side
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • DEVIONA
  • Epilog Tanpa Prolog

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines