DARA!
  • WpView
    Reads 960
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2017
Tentang lika-liku nya kehidupan asmara yang penuh perjuangan dan pengorbanan. "Aku ngerasa kalau kita udah pacaran beneran. Atau cuma aku yang baper ?" Dara menunduk menatap kakinya. "Lu boleh baper kok, kan hak lu mau baper atau nggk. Tapi lebih baik kalau lu ikutin kata hati lu aja." Ucap Andra menyentuh pundak Dara dan menangkup dagu gadis itu dengan tangan kanannya agar menatapnya yang tersenyum. Dara tertegun sesaat, sebelum ia di tarik ke dalam pelukan cowok manis itu. "Buat saat ini gue maklumin lu kalau mau baper, tapi jangan lama lama ya ?" Andra. Dara memejamkan mata dan ingin berucap, namun Andra semakin mengeratkan pelukannya. *****
All Rights Reserved
#174
jefrinichol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Sweetest Popcorn
  • Regret Nothing (STORI KOMPLET)
  • Titah Agung
  • Korban Broken Home
  • ANDRA
  • Rahara
  • TERJERAT CINTA TUAN POSESIF (TAMAT)
  • ARGA [REVISI]
  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • LENSA HATI : Still, I Frame You

Sewaktu Rio mengajaknya berkenalan dan jalan di luar kantor berdua saja, Dara mengangguk begitu saja karena yang ia tahu pria itu berstatus jomlo dan tidak banyak tingkah. Bahkan, di bulan kedua Rio mengajaknya berpacaran Dara mengiyakan tanpa pikir panjang. Namun, siapa sangka di Minggu pertama status mereka berubah, pria itu langsung menunjukkan sifat aslinya. Alih-alih pria mapan rupawan, Rio tidak lebih dari pacar tukang ngatur dan banyak mau. Di mata pria itu, semua yang Dara lakukan selalu salah! Di tengah kegalauannya mengenai hubungan dan proyek yang mengharuskannya berinteraksi langsung dengan Rio, ada Ardi-berondong yang baru saja masuk ke dalam timnya, pria itu memperhatikan Dara secara diam-diam. Dan yang paling memalukan, pria itu sering memergoki Dara bertengkar dengan kekasihnya. "Harusnya kamu nggak membiarkan dia menyakitimu lebih dari kemarin, Dara." Dan kedekatannya dengan Ardi membuat gosip kurang sedap menyebar di kantor. Haruskah Dara membantah rumor itu atau justru menikmati ekspresi Rio yang menahan amarah ketika melihatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines