My Boy is A Playboy!

My Boy is A Playboy!

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 16, 2019
Gadis itu hanya melengos melihat cowoknya berulah lagi. Lagi??? Perlu di kasih pelajaran yah biar kapoknya ilang! Keluh Denada kesal. Denada hanya menatap kesal di depannya. Pacarnya! Ya pacarnya! berulah lagi, menggoda dan tak bisa melihat gadis cantik lewat didepannya. Playboy cap kudanya masih saja menempel. Hanya satu yang membuat Denada sudah menjadi perempuan yang tak berharga, pantang mengatakan putus. Devendra. Nama pacarnya. Nama yang sudah membuatnya nyaman dan belum rela dilepaskan dari relung hatinya. Devendra, lelaki itu masih saja menggoda perempuan yang baru dikenalnya tadi. Satu hal yang membuatnya tak mau memutuskan Denada, rasa nyaman yang berulah dihatinya, rasa sakit ketika melihat Denada harus selalu menempel pada kakak sepupunya yang super banyak, sudah pasti itu cemburu. Meski memang dirinya masih suka memainkan hati perempuan lainnya. "Sori, kalo gue bikin kecewa lo. Gue gak nyuruh lo percaya kok De, yang gue suruh lo tetep stay sampai gue bosen sama semua cewek kecuali elo." __ Devendra "Hati gue udah terlalu dikecewain, tinggal tunggu kapan gue ngelepas benangnya aja kok." __ Denada
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Keangkuhan Cinta [END]
  • Is LOVE
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • Revano [#1 SAVAGE SERIES]
  • LUGU
  • You are My Destiny (Completed)
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • BALANCE (Lengkap)
  • K.A.V

TERSEDIA DI TOKO BUKU SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS Aku nggak mengerti bahwa sebuah kisah cinta bisa seperti ini. Sungguh, dulu aku hanya gadis polos yang tak pernah peduli pada cinta sejati. Di dunia ini, hanya ada 2 pria yang tadinya kupikir akan jadi pendamping hidupku: dr. Riza yang maha sempurna atau fotografer terkenal, Jerro Atma. Tapi lihat sekarang apa yang kulakukan. Galau habis-habisan menunggu orang yang tak pernah kuperhitungkan pulang ke Indonesia. Pria brengsek yang menjadikanku pacarnya dua jam sebelum keberangkatannya ke Amerika. Gila kan? Mana katanya dia akan sering-sering pulang? 6 bulan sekali my ass! Sudah hampir 2 tahun dan dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda dia mau pulang. Tapi sudahlah. Toh memang aku sendiri yang gila, mau-mau saja menunggunya. Ya bagaimana, namanya juga sayang. Kupikir mudah saja menunggu. Ngomong-ngomong, aku cukup jago dalam mempertahankan perasaan. Tapi baru kali ini aku sadar, bahwa menunggu dan bertahan tak semudah kelihatannya. Apalagi, saat kamu tidak tahu yang sebenarnya apakah dia layak ditunggu atau tidak. Dan saat kamu sibuk bertanya-tanya, ada orang lain yang punya jawaban masuk akal. [Lanjutan dari When You Tell Me That You Love Me]

More details
WpActionLinkContent Guidelines