Rise for Heaven

Rise for Heaven

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2017
Shafia terjebak dalam bakatnya. Bakat bukan berarti hal yang menyenangkan untuknya. Shafia berusaha menghilangkan bakatnya, tapi ia tidak bisa memisahkan kehidupan dengan bakatnya. Perlahan ia tidak perduli dengan bakatnya, ia mulai menemukan hal yang menyenangkan untuknya. Apa yang membuatnya senang? Akankah Shafia dapat membuat dirinya bangga dengan bakatnya? Atau malah ia membuang percuma bakatnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)
  • You Are My Dream
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • TERJEBAK DALAM RASA [REVISI]
  • REWRITTEN | END
  • Ikhlas dan Bahagia

Perhatian! Cerita ini mengandung sedikit unsur kritik sosial terhadap nepostisme! Di sebuah perusahaan ternama, jalan menuju puncak biasanya dipenuhi kerja keras, dedikasi, dan pengalaman. Namun, bagi mereka yang lahir dari keluarga berpengaruh, tangga karier tampak seperti eskalator otomatis yang membawa mereka naik tanpa usaha berarti. Itulah yang terjadi pada Sasha Adinata, seorang gadis muda yang baru lulus kuliah dan langsung mendapatkan posisi strategis di perusahaan teknologi milik sahabat lama ayahnya. Sementara rekan-rekan kerja lainnya harus berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan promosi, Sasha dengan mudah melangkah ke posisi penting tanpa pengalaman yang cukup. Di sisi lain, Bara Surya, seorang karyawan berbakat yang sudah mengabdikan lima tahun hidupnya untuk perusahaan, merasa geram melihat bagaimana seseorang bisa mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan hanya karena nama belakangnya. Bara tidak sendirian-banyak rekan kerja lain yang mulai mempertanyakan keadilan di tempat kerja mereka. Namun, Sasha bukan sekadar gadis manja yang hanya ingin bersantai. Dihadapkan dengan tekanan dari lingkungan kerja yang menuntutnya untuk membuktikan diri, serta konflik dengan para karyawan yang meragukan kemampuannya, ia harus menentukan apakah ia akan tetap nyaman dengan privilese yang dimilikinya atau benar-benar berusaha untuk membuktikan bahwa ia pantas berada di posisi tersebut. Sementara itu, Bara dihadapkan pada dilema: apakah ia akan terus melawan sistem yang tidak adil, atau menerima kenyataan bahwa di dunia kerja, kemampuan saja tidak cukup untuk mencapai puncak? Di tengah intrik kantor, persaingan diam-diam, dan ambisi yang beradu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines