Surat Untuk Ayah

Surat Untuk Ayah

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 4, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Setiap hari, dia selalu menulis. Menulis surat yang tak beralamat. Dia bukannya bodoh atau menguji sang pengantar surat, dia tidak mengetahui keberadaan ayahnya. Ya, dia mengirim surat itu untuk ayahnya yang tak tahu dimana. Saat dia menanyakan keberadaan ayahnya kepada ibu, ibunya hanya menjawab dengan tersenyum, tak berkata apa-apa. Nabila, gadis kecil yang sangat penasaran dengan sosok ayahnya. Dia sangat berharap ayahnya dapat berhadir di keluarganya agar menjadi keluarga yang utuh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • DANISWARA
  • Serasa dan Menua Bersama
  • henan dan luka
  • Aku Ini Siapa??
  • Keberhasilan Nabila
  • Reyhan
  • Pejuang Hutang!!

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines