Hai, Raffa

Hai, Raffa

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2017
WpInfo
Fanfic
RWBY
"we can conclude that you know you're not the girl that I want, but I don't know why I still fall for you 24/7" Kata-kata itu adalah sepenggal surat yang aku temukan didalam sebuah kotak yang telah berdebu karena sudah lebih dari 4 tahun tersimpan dibawah tempat tidur kamarku. Sulit untuk mempercayai, bahwa esok hari adalah hari dimana aku dan penulis surat tersebut akan menuju kesebuah kesempurnaan cinta. Esok adalah hari pertunanganku dengan penulis surat tersebut. Kemudian, sebulan setelahnya kami berdua akan menggelar sebuah acara pernikahan di salah satu ballroom hotel ternama di Jakarta. Berputar dibenakku kejadian demi kejadian pada masa putih abu-abu 5 tahun yang lalu. Banyak orang bilang bahwa kisah pada masa putih abu-abu adalah kisah yang paling indah, terutama kisah cintanya. Tapi, apakah aku harus setuju dengan ungkapan kebanyakan orang tersebut? Entahlah. Biarlah kalian yang menilainya sendiri...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind After
  • DikaRanggi
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • You Are The Reason
  • Pengganti  [END]
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

Kita semu, dan aku mungkin hanya cerita tidak menyenangkan lainnya dari cinta pertamamu yang kelabu. Kita tiada, seperti suara riuh dari hujan yang sia-sia. -- [Beberapa part sengaja di-unpublish sementara karena proses revisi] Setelah kemarin, aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, sebagai bentuk penerimaan terbesarku usai kehilangan. Sebelum sampai Bandung pun, aku tahu aku hanya bersembunyi dibalik kata 'setelah' dan kita yang selesai. Sementara kamu tidak pernah hilang. Meski aku sudah tahu, rasanya kau seperti waktu, sementara aku hanya pergantian dari hujanmu yang usai--pun kemaraumu yang selesai. Aku masih bersikeras melupakan, El, mengisi hujan yang terlalu riuh dan pergantian musim yang terlalu lengang. Bandung sudah mengirimkan banyak orang-orang baru, memberitahu jika tanpa hadirmu pun, aku bisa melalui semuanya. Namun tetap saja, hatiku batu. Seluruh penuh dan kosong hanya meyakinkanku soal kamu. Sementara bagimu, aku tidak pernah punya ruang, bukan? Aku hanya kosong yang senang ketika kauminta menggenapkanmu paksa, memulihkanmu dari bekas luka dan cerita lama. Sudah hampir setengah dasawarsa, dan aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, menulis seluruh riuh hujan yang gembira dan cerita tentang perempuan kaku yang pandai berpura-pura. Terima kasih, El. Kau tetap manusia meneduhkan dan sungguh berharga bahkan setelah Bandung berhasil mengubah sebagian besar dari bagaimana aku melihat dunia. [COMPLETED]

More details
WpActionLinkContent Guidelines