masa tertawa

masa tertawa

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 16, 2017
WpInfo
Poetry
aku teringat masa itu ketika dua pasang mata saling beradu pandang. senyum mengalir di dua sisi hati kita dan saling berusaha menghibur. aku berjanji pada dua sisi kehidupan, jika kau memang tercipta untuk aku dan aku memang tercipta untuk mu. mari kita tertawakan masa ini, masa dimana dua hati salinh malu untuk bersapa. dan kisah kita akan tersiar sampai angin terasa berat untuk bergaduh lagi, hujan tak ribut lagi, dan singa tak membunuh lagi, sehingga damai terasa meski hanya sampai 2 liang tanah pemisah, aku inginkan mu wahai sang pujaan hati sayang Semua ditangan pencipta, dan semua takdir tentang kita telah tersusun rapi dibukunya. rasa ku ini yang mengagumimu biarlah terpendam karena aku masih mempercayai ia membimbingku, dan aku percaya dia baik untuk kita... edwira nurrafqi aulia/ 5 mei 2016 untuk seseorang yang tak pernah tersampaikan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • 𝐭𝐨𝐦𝐨𝐫𝐫𝐨𝐰, 𝐚𝐭 𝐬𝐮𝐧𝐫𝐢𝐬𝐞
  • Maybe It's You(?)
  • PROMISE (NARUHINA)
  • You Are Only Mine ! (Levihan) ~ Complete
  • HIJRAH MAHABBAH
  • Aku mencintaimu sampai menyakitkan ini
  • KESETIA'AN
  • Rain
  • SasuHina - I Knew I Love You

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines