Petrichor In 11:11

Petrichor In 11:11

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 19, 2017
Petrichor masih suka menghampiri ku di kala hujan menyapa. Bahkan kenangan pun sama, selalu mendatangiku di setiap petrichor singgah di indra penciumanku. Namaku Renata. Aku suka sekali hujan, apalagi aromanya. Aroma hujan sudah seperti bagian dari hidupku, aku pun tak tau bagaimana aroma hujan itu bisa menjadi hal yang paling dekat denganku. Apa mungkin hal itu karena laki-laki yang pernah menyapa hidupku bahkan pernah mendiami hatiku walau sesaat kemudian pergi?. Di setiap jam 11:11 aku selalu meminta permohonanku yang mungkin tak masuk akal, namun aku suka. Karena itu juga sudah menjadi kebiasan aku dengannya di kala kita bersama.
All Rights Reserved
#81
petrichor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • I Hate Rain
  • Hujan Yang Kesepian
  • Persona
  • ON SIGHT (Completed)
  • 41 HARI
  • Hi, Pak Dosen!
  • Tea Time : Melati
  • Lovakarta
  • My Honey (Hoonsuk)

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines