Three Little Words

Three Little Words

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 17, 2018
Seperti biasa bumi selalu berputar dengan caranya yang sederhana. Seperti halnya waktu yang selalu berputar dengan tepat. Tanpa ada jeda, tanpa ada forward dan backward. Semuanya berjalan dengan semestinya. Tapi sepertinya berbeda dengan waktu yang dirasakan Praya. 18 tahun berlalu begitu saja dengan cepat, padahal waktu masih dengan kesederhanaanya, ia bahkan tidak pernah menambahkan kecepatannya. Tapi entah mengapa baginya semuanya terasa begitu cepat. Karena saat ini, waktu telah mengantarkannya pada takdir yang sebenarnya. Takdir yang menyakitkan. Bertemu dengan sang ayah kandung. Dewangga Dipraja. Bahagianya yang dulu harus lenyap karena sebuah kenyataan. Bertemu dengan ayah kandungnya telah mengubah segalanya. Kehilangan ibunya, kehilangan cinta dan juga harapan. "Sekarang aku udah sendiri. All is lost. Aku ga punya apapun. Aku bertahan hidup hanya untuk memenuhi janjiku pada Ibu. There's no hope." "Jadi tolong... jangan jatuh cinta sama aku. Itu udah cukup." _Napraya_ Rank #548 katagori teenlit ( 13-05-2018)
All Rights Reserved
#453
sadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SADDAM & KAYLA
  • ON REMEMBERING
  • Eliinaa
  • FIZYA
  • My Protective Brothers
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • HIM (Completed)
  • please stop it!! [Ending]
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]

Kehangatan keluarga telah membentuk Kayla menjadi sosok gadis yang ceria, penuh kasih, dan peduli pada sesama. Senyumnya membawa terang, tawanya juga menjadi melodi yang menenangkan. Meski usianya masih muda, Kayla menyimpan mimpi besar yang ia pelihara dengan penuh harapan. Berbeda dengan Saddam. Ia tumbuh dalam lingkungan yang keras, diwarnai luka dan ketidakadilan. Perceraian orangtuanya sejak ia masih kecil meninggalkan celah yang tak pernah benar-benar terisi. Pada akhirnya, luka-luka itulah yang menuntunnya ke jurang yang tak ia sadari-terjebak dalam lingkaran gelap, pergaulan yang salah dan rasa marah yang tak pernah bisa diutarakan. Takdir, seperti biasa, punya caranya sendiri yang tak terduga. Dua hati yang begitu bertolak belakang -bagaikan siang dan malam-, dipertemukan dalam satu garis takdir. Namun, apakah keduanya akan menemukan jalan untuk bersatu? Meskipun banyak perbedaan dan tantangan? "Cause if it wasn't with you, it would never be the same." -SADDAM Bacalah kisah Saddam & Kayla untuk mengetahui lebih lanjut. By Felicia N Bagiono @felinatha ***** Credit image to Pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines