TEA(C)HER

TEA(C)HER

  • WpView
    Reads 829
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 17, 2019
[[ SLOW UPDATE ]] Hanya tentang seorang lelaki yang tampan dan mapan berusaha untuk melupakan kisah cinta yang pahit. Mungkin, lelaki tersebut bukan seseorang yang sempurna. Bahkan jauh dari kata sempurna. Namun, dia akan berjanji akan membuat hidup wanitanya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. "Gue bisa melupakan dia," "Gue pasti bisa memiliki seorang wanita yang lebih baik daripada dia," "Lagipula dia yang ninggalin gue, semoga lu bahagia sekaligus nyesel untuk ninggalin gue." - Nelson Alvino Nugraha.
All Rights Reserved
#348
teacher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • In the quite of us [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Silent Love (Dramione)
  • Not A Happy Ending
  • Guard Your Hearts
  • Falling In Love (Dramione Love Story)||Complete
  • I LOVE LOVEGOOD
  • Erlangga
  • If Only
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines