Story cover for TEA(C)HER by Farachizmi
TEA(C)HER
  • WpView
    Reads 816
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 816
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Mar 17, 2017
[[ SLOW UPDATE ]]




Hanya tentang seorang lelaki yang tampan dan mapan berusaha untuk melupakan kisah cinta yang pahit. 

Mungkin, lelaki tersebut bukan seseorang yang sempurna. Bahkan jauh dari kata sempurna. Namun, dia akan berjanji akan membuat hidup wanitanya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. 

"Gue bisa melupakan dia," 

"Gue pasti bisa memiliki seorang wanita yang lebih baik daripada dia," 

"Lagipula dia yang ninggalin gue, semoga lu bahagia sekaligus nyesel untuk ninggalin gue."


- Nelson Alvino Nugraha.
All Rights Reserved
Sign up to add TEA(C)HER to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
AIRen cover
In the quite of us [END] cover
Karena Kamu Rumahnya  cover
Erlangga cover
DEAR LOVE cover
Falling In Love (Dramione Love Story)||Complete cover
Not A Happy Ending cover
Silent Love (Dramione) cover
CEIYSA STORY (Completed) cover
I LOVE LOVEGOOD cover

AIRen

15 parts Ongoing

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."