Story cover for KEPING by fetrilogi
KEPING
  • WpView
    Reads 50,503
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 50,503
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 17, 2017
(Sebagian banyak telah di-unpublish)

Hari ini; dua tahun yang lalu, aku terlahir. Ratusan pergantian musim mewaktu dan merayu di rahim tempurung kepalanya yang dibuahi do'a-do'a. Aku adalah perantara bagi ada dan tiada, samar dan benar, menjadi ruh tanpa tubuh yang paling naif di antaranya. Aku tak mau salah telak perihal kapan sepasang mata penuh pesona itu akan memandangku lekat-lekat; menamaiku sebagai sajak tanpa kalimat; atau menghujaniku dengan tangis penuh gelagat.

Hari ini; dua tahun berlalu, aku tumbuh--sebagai bocah yang belum piawai melafalkan mantra-mantra. Aku dibesarkan dengan keterpaksaan, merangkaki ruang-ruang gelap tanpa batas. Aku semakin tak terurus, kakiku hampir putus, tapi kata-kata yang ia tulis tak kunjung hangus.

Ya Tuhan tuanku, dari tangannya biarkan aku menjadi api dalam unggunan kata ini. Menjadi bunyi yang sembunyi-sembunyi meregas sunyi dalam kebisuan. Menjadi debar yang paling sabar di selasar jantungnya. Tuanku ya tuhanku, "Ajak aku bicara! Sekali saja," tak 'kan sampai kupekik walau lelah kau tulis beribu-ribu larik. Barangkali aku ini tercipta dari kesedihan yang tak berkesudahan?
All Rights Reserved
Sign up to add KEPING to your library and receive updates
or
#80balada
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
Aksara Tak Bertuan  by cahayakamila24
25 parts Complete
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
Lembut Seperti Doa by FarelArizto
53 parts Complete Mature
> "Ini bukan tentang cinta yang penuh drama, tapi tentang tenangnya mencintai seorang perempuan yang membuat dunia serasa melambat, setiap kali ia tersenyum. Tentang lelaki biasa, yang jatuh hati bukan karena ingin memiliki, tapi karena ingin menjaga cara Tuhan menciptakan kelembutan." > Dalam buku ini, kamu akan diajak masuk ke hati yang sedang mencintai, tidak dengan gegap gempita, tapi dengan rasa yang diam-diam tumbuh, mengakar dalam, dan tidak pernah ingin pergi. > Ini kisah tentang mencintai seorang wanita yang begitu cantik dan lemah lembut- hingga dunia terasa lebih indah hanya karena ia ada. --- --- Quotes Pembuka "Cinta bukan hanya soal memiliki, tetapi tentang mendoakan dalam diam, menjaga dalam jauh, dan mencintai dalam segala bentuk keheningan." --- Dedikasi Untuk perempuan yang kusebut dalam setiap doaku, yang membuat malamku bersinar lebih lembut, dan hidupku terasa lebih utuh --- Ucapan Terima Kasih Aku ingin berterima kasih kepada Tuhan, yang menghadirkan cinta seindah ini ke dalam hidupku. Untuk perempuan yang menjadi alasan mengapa setiap kata lahir dari ketulusan: kau adalah hujan paling syahdu yang pernah aku doakan. Terima kasih juga untuk diriku sendiri, yang mau tetap percaya pada kekuatan cinta, bahkan di saat dunia terasa sunyi. Untuk kamu yang membaca buku ini - semoga hatimu merasakan hangatnya cinta yang tak harus sempurna untuk disebut abadi. --- Tentang Penulis seorang penulis yang percaya bahwa kata-kata bisa menjadi rumah bagi perasaan yang paling sunyi. Melalui setiap huruf dan kalimat, ia mencoba mengabadikan rasa rindu, bahagia, dan harapan yang seringkali sulit diucapkan. "Lembut Seperti Doa" adalah karya yang lahir dari perjalanan hatinya - sebuah surat cinta untuk seseorang yang ia kagumi dengan segenap jiwa. ---
Bukan Sekadar Janji Semesta (Selesai) by ashen_vaillant
40 parts Complete
Apa jadinya kalau orang yang paling kau jaga hatinya... justru menjatuhkan hatinya ke orang lain? Airin, gadis berhijab syar'i dengan kecerdasan dan ketenangan jiwa, percaya bahwa cinta sejatinya telah ia temukan sejak SMA. Ia hidup berdampingan dengan dua sahabat karib dan satu laki-laki yang diam-diam mencintainya: Zayyid. Persahabatan mereka tumbuh dalam batas, hingga sebuah perasaan tak terduga hadir di antara mereka. Namun cinta tak pernah sederhana. Kekasih Airin pergi tanpa alasan, dan Zayyid, yang kini jadi tempat bersandar... justru telah berpaling hati pada wanita lain yang ia temui saat KKN di Kamboja. Di tengah hancurnya harapan, datang Maheer-sahabat Zayyid yang diam-diam menyimpan rasa sejak lama. Perlahan, lewat komunikasi dan ketulusan, Maheer jadi pelipur lara yang tak pernah Airin sangka. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini kisah tentang kehilangan, keteguhan hati, dan bagaimana semesta tak pernah ingkar janji-hanya menunda dan mengarahkannya pada cinta yang lebih layak. 💌 Kalau kamu pernah mencintai seseorang yang tak bisa kamu miliki, kisah ini akan terasa sangat dekat. 👉 Follow cerita ini sekarang untuk ikut menyelami luka dan bahagia bersama Airin. 💬 Vote dan tinggalkan komentarmu di setiap bab-karena kata-katamu adalah semangat penulis untuk terus melanjutkan kisah ini. 🚫 Dilarang keras menyalin, merepost, atau mempublikasikan ulang cerita ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penulis. Cerita ini adalah karya orisinal dan sepenuhnya hasil pemikiran penulis.
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] by tiaxyl
28 parts Ongoing Mature
"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
NOESIS  by Reisen_San
10 parts Ongoing
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. *Update setiap jumat * *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat *
You may also like
Slide 1 of 9
»The Love Behind Secrets!  cover
Maina & Maxim cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Aksara Tak Bertuan  cover
Lembut Seperti Doa cover
Bukan Sekadar Janji Semesta (Selesai) cover
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] cover
Sekumpulan Sajak yang Berkisah cover
NOESIS  cover

»The Love Behind Secrets!

14 parts Ongoing

~ Cinta di Balik Misteri. Adalah bayangan yang berjalan bersisian dengan malam. Ia tak pernah benar-benar terlihat, namun terasa menusuk hingga ke relung jiwa. Ia lahir dari keheningan yang tak wajar, dari rahasia yang sengaja tak diungkapkan, dan dari tatapan yang menolak banyak bicara, tapi menyimpan ribuan pertanda. Bukan kata cinta yang diumbar, melainkan jeda panjang, dalam penuh makna yang menyelinap seperti bisikan di balik dinding gelap. Cinta ini bukan pelukan hangat, namun langkah pelan yang mengikuti dari kejauhan, hadir dalam mimpi-mimpi, dan muncul saat kenyataan mulai retak. Sebuah ketertarikan yang tak bisa dijelaskan secara logika, hanya bisa dirasa. Seperti cahaya samar di ujung lorong gelap, yang entah akan menuntun, atau justru menyesatkan. ~ Cinta ini bukan tentang rasa nyaman. Namun tentang waspada, tentang detak jantung yang berpacu cepat bukan karena senang, tapi karena firasat. Dan saat dunia mulai mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya.. Cinta itu tetap diam. Berdiri di balik tirai Misteri, tersenyum samar, dan menunggu waktu untuk membuka siapa yang sebenarnya memegang kendali. -Kirana Aileen Inara. @anaalovely4