KEPING

KEPING

  • WpView
    Reads 50,503
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
(Sebagian banyak telah di-unpublish) Hari ini; dua tahun yang lalu, aku terlahir. Ratusan pergantian musim mewaktu dan merayu di rahim tempurung kepalanya yang dibuahi do'a-do'a. Aku adalah perantara bagi ada dan tiada, samar dan benar, menjadi ruh tanpa tubuh yang paling naif di antaranya. Aku tak mau salah telak perihal kapan sepasang mata penuh pesona itu akan memandangku lekat-lekat; menamaiku sebagai sajak tanpa kalimat; atau menghujaniku dengan tangis penuh gelagat. Hari ini; dua tahun berlalu, aku tumbuh--sebagai bocah yang belum piawai melafalkan mantra-mantra. Aku dibesarkan dengan keterpaksaan, merangkaki ruang-ruang gelap tanpa batas. Aku semakin tak terurus, kakiku hampir putus, tapi kata-kata yang ia tulis tak kunjung hangus. Ya Tuhan tuanku, dari tangannya biarkan aku menjadi api dalam unggunan kata ini. Menjadi bunyi yang sembunyi-sembunyi meregas sunyi dalam kebisuan. Menjadi debar yang paling sabar di selasar jantungnya. Tuanku ya tuhanku, "Ajak aku bicara! Sekali saja," tak 'kan sampai kupekik walau lelah kau tulis beribu-ribu larik. Barangkali aku ini tercipta dari kesedihan yang tak berkesudahan?
All Rights Reserved
#1
poe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maina & Maxim
  • »The Love Behind Secrets!
  • Lembut Seperti Doa
  • SYAIR
  • The Last Birthday With You
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • NOESIS [END]
  • ROMANSA KATA

Katanya aku manis. Polos. Bidadari tanpa sayap. Lucu ya, betapa mudah manusia jatuh cinta pada ilusi. Aku cuma belajar satu hal dari hidup: jadi korban itu menyakitkan. Tapi terlihat seperti korban-itu kekuatan. Kau tahu rasanya dipeluk oleh keluarga yang bukan milikmu? Dicintai, dimanja, lalu diam-diam disamakan dengan bayangan yang tak pernah bisa bersinar sendiri? Aku tidak minta dunia ini adil. Aku cuma ingin mematahkannya, seperti mereka mematahkan aku. Dan Maxim? Kakak sempurna yang dulu mengusap rambutku-sekarang kusebut nama dengan gigi terkatup. Dia pikir aku masih gadis kecil yang diam-diam naksir bayangannya. Padahal, sejak dulu aku ingin menghancurkannya, atau membuatnya bertekuk lutut. Tapi tenang, ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dua luka yang tumbuh di tempat yang salah. Aku adalah hasil sampingan dari dunia yang katanya indah. Dan sekarang aku kembali-bukan untuk pulang, tapi untuk menyulut kebakaran terakhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines