7/9
  • WpView
    Reads 1,027
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 28, 2017
Apakah salah jika 7 anak itu hanya memutuskan menginap semalam di sekolahnya? Apakah tidak lumrah mereka hanya meminjam satu malam saja hanya untuk tempatnya tertidur di lantai atas? Bahkan mereka pun tidak menggunakan ruang kelas malam itu. Tidak sama sekali. Hei, mereka hanya meminjam lantai dua yang kosong di depan tangga. Tapi, mereka lupa tentang sekolah mereka berdiri. Mereka luput dari historis sekolah mereka yang begitu melegenda. Ah, apalah arti satu malam bagi mereka yang ingin bersenang-senang atau sekadar memacu adrenalin. Mereka sudah terlanjur melakukan kesalahan itu.
All Rights Reserved
#913
ceritahoror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • √Fatal Trouble ( Bromance Jakehoon / SungJake)
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • A Team ( Sedang Di Revisi )
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • School Horror✔
  • Bitter Memories√
  • sekolah berdarah

Jaeyun adalah penguasa sekolahnya-tampan, kaya, dan dikelilingi oleh teman-teman berpengaruh seperti Jongseong dan Heeseung. Baginya, Sunghoon hanyalah seorang siswa miskin yang pantas menjadi sasaran ejekan dan kekerasan. Tanpa alasan jelas, Jaeyun dan gengnya terus menindas Sunghoon, menjadikannya pelampiasan tanpa belas kasihan. Namun ada kejadian yang membuat Jaeyun terbangun di masa kerajaan. Ketika Jaeyun membuka matanya, ia menemukan dirinya di dunia asing, dengan pakaian yang berbeda, suasana yang asing, dan orang-orang yang memperlakukannya sebagai seorang prajurit biasa. Yang lebih mengejutkan? Sunghoon bukan lagi siswa miskin yang tak berdaya-dia adalah Putra Mahkota, pemimpin yang disegani dengan gelar Dewa Perang, seorang pangeran yang telah memenangkan banyak pertempuran dan ditakuti di medan perang. Jongseong kini adalah seorang pangeran, Heeseung menjadi penasihat kerajaan, sementara Jaeyun sendiri? Ia hanyalah seorang pengawal rendahan yang bisa kehilangan nyawanya kapan saja. Dihadapkan dengan dunia yang keras dan penuh intrik politik, Jaeyun harus bertahan hidup, mencari jalan kembali, dan menghadapi kenyataan bahwa di dunia ini, dialah yang berada di bawah kekuasaan Sunghoon. Dalam dunia di mana takdir berubah, bisakah seorang penguasa sekolah bertahan di bawah bayang-bayang mahkota?

More details
WpActionLinkContent Guidelines