Story cover for Deja Vu by Sherly_oktaviana
Deja Vu
  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Mar 17, 2017
Pernahkah kau mengalami deja vu dalam hidupmu?

Waktu yang serasa berhenti,
Pikiran yang sulit untuk membedakan mana nyata dan mimpi.

Kau hanya punya dua pilihan,
Bertahan dan pada akhirnya akan mati,
Atau memilih untuk bunuh diri.

Lingkaran iblis yang dibuat dapat menyeretmu ke dalam maut.

Selamat jika kau bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang mimpi,
Namun jika kau tidak dapat membedakannya mimpimu sendirilah ajalmu!

WARNING!

Pastikan kau tidak membaca ini sendirian, jangan menengok ke kanan dan kirimu agar dia tidak memperlihatkan wujudnya!

Turuti permintaanku atau kau akan menyesal pada akhirnya!

*******************************************************

Masih dalam masa revisi dan beberapa bagian akan di private
All Rights Reserved
Sign up to add Deja Vu to your library and receive updates
or
#162dejavu
Content Guidelines
You may also like
Tahun Kabisat (New Version) -End- by vivalavidas17
57 parts Complete
"Gelap itu kematian. Tersiksa itu kesepian. Ketidakadilan itu luka. Penyesalan itu tangisan. Oleh karena itu, carilah jawaban untuk menciptakan kisah yang indah. Lalu hati-hatilah, jangan sampai kamu sendirian." Pada setiap tahun kabisat selalu ada sekelompok remaja yang meninggal dunia tanpa sebab dan hal itu sudah berlangsung selama 64 tahun terakhir. Para warga setempat memercayai bahwa hal itu merupakan ulah iblis sebagai sebuah kutukan. Dan katanya, mereka yang dijadikan kurban jauh-jauh hari telah disegel dengan sebuah tanda lingkaran berwarna merah di atas dada kirinya. Mereka pun sudah dipastikan akan meninggal dengan keadaan yang mengerikan. Akan tetapi, Ailin mempercayai bahwa semua hal tersebut, baginya adalah takhayul dan terkesan terlalu mengada-ada, meski sudah tersegel dan sudah menemukan hal yang menjadi tanda terbesar bahwa ia dan teman-temannya sudah terseret ke dalam kematian. Meski ia dan teman-temannya sudah mendapatkan banyak terror dari iblis. "Ini takhayul, pasti semuanya bisa dijelaskan secara logis." "Lalu, oleh apa sekelompok remaja mati disetiap tahun kabisat kalau bukan sama iblis, Lin?'' "Kematian puluhan remaja di setiap tahun kabisat mungkin karena virus atau penyakit yang belum bisa ditemuin, pasti ada penjelasan secara ilmiah.'' "Enggak Lin, ini karena iblis dan sebentar lagi giliran kita yang bakal mati!'' Betulkah puluhan remaja yang meninggal dunia ditahun kabisat adalah kutukan dari iblis? Ataukah mungkin betul kata Ailin, bahwa semua adalah takhayul dan akan ada penjelasan secara ilmiah tentang kematian puluhan remaja yang sudah berlagsung selama 64 tahun terakhir ini ? Dan apakah Ailin dan teman-temannya benar-benar akan mati secara mengenaskan? Selamat membaca, jangan sampai kamu sendirian di rumah! Jadwal up: setiap jam 8 malam #10_ ghost tanggal 16 Juli 2021 # 9_ school life tanggal 16 Juli 2021 #Ranking 1 Schoolife-22 Oktober 2022
You may also like
Slide 1 of 8
To the Happy Ending✓ cover
JERAT PIKAT cover
Tahun Kabisat (New Version) -End- cover
ALZEA (TERBIT)  cover
ZoClown [TAMAT] cover
Iyrin : Di Balik Sayap dan Bisikan (HIATUS) cover
[End] Temukan Aku, Nak! cover
Mr X  cover

To the Happy Ending✓

46 parts Complete

Ketika kematian menjemputmu setiap saat, keinginan terbesar dalam hidup Zata adalah setidaknya sekali saja, sekali saja dia ingin mati dengan tenang! Kenapa ia selalu berakhir tragis dan menyedihkan seperti ini?! Dari mati sebagai gelandangan tunawisma di gang sempit, kelaparan sampai malaria, prajurit yang gugur di medan perang, dituduh penyihir sampai hukuman gantung, hampir semua jenis kematian sudah dirasakan oleh Zata. Dia sendiri bahkan terheran-heran bagaimana ia bisa terus menerus mengulang kehidupan dan kematian bagai lingkaran looping yang terus berputar, menjebaknya. Ketika akhirnya ia merasa bosan oleh kehidupan yang terus berulang ini, Zata menumbuhkan satu kebiasaan buruk yang bahkan ia sendiri tidak sadari yaitu, "Ah sudahlah, pada akhirnya aku akan mati lagi!" Begitulah yang sekiranya ia pikirkan sehingga sekarang baginya nyawa bukanlah sesuatu yang berharga lagi. Dia kerap mati konyol dalam insiden-insiden yang sebenarnya bisa ia cegah, hindari, atau malah atasi. Namun pada satu malam, di kehidupan yang entah ke berapa sekarang, di mana di kehidupan ini ia merupakan seorang pedagang kain, bersama para pedagang lainnya Zata berbaur dengan kalangan bangsawan yang tertarik dengan barang mereka. Di satu malam yang cukup mencekam, di pesta yang seharusnya meriah penuh suka tawa, sebuah pemberontakan, kudeta terjadi.