Fatwa Sufi
  • WpView
    Reads 4,610
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 2, 2017
Cinta dan Fana keduanya sulit dijelaskan dengan kata-kata dan akal, namun hati yang suci sesecara gamblang memaparkan makna keduanya.(Fatwa Sufi) Pengikut sufi adalah anak-anak yang berada dalam "pengakuan" yang Maha Benar (Allah).(Guru Sufi Abu Yazid Al-Busthami) Kamu tidak akan bisa mencapai hakekat "Ubudiyah" selama dirimu masih diperbudak oleh sesuatu selain Allah. (Guru Sufi Abul Qosim Al-Junaid) Taubat yang dilakukan oleh orang awam adalah karena dosa-dosanya. Sedangkan taubat yang dilakukan oleh orang yang khusyuk adalah taubat dari kelalaian. Jadi mereka bertaubat jika memikirkan selain Allah. (Guru Sufi Dzun Nun Al-Mishri)
All Rights Reserved
#10
sufisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TASBIH CINTA FAHRI
  • SEBATAS PERNAH [REVISI] [HIATUS]
  • Story Of love  " Ana Uhibukki Fillah "
  • Ta'aruf cinta surah Al-kahfi
  • ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)
  • MengenggamMu Dalam Ketaatan [TAHAP REVISI]
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • Destiny [Selesai]
  • Syair Cinta Az Zahra

Cinta adalah anugerah terindah dari sang ilahi. Sebagai muslim atau muslimah, sewajibnya mensyukuri anugerah cinta dengan cara-cara elegan, cantik dan beriman. Sayang, Yasmin putri pengasuh pesantren tersohor kealimannya, gagal mengelola gelegar cintanya pada Fahri, santri pengarang kreatif dan sekaligus anak asuh kiai tersebut. Bahkan, dengan emosi yang membara, Yasmin berjuang untuk membuktikan pada Fahri bahwa tak sepatutnya Fahri menolak cintanya karena ia putri kiai besar, cantik dan berpengaruh. Sayang, Yasmin kebablasan. Ia terjerembab ke jurang kelam penuh duri kemaksiatan. Dan siapakah yang mampu menyembunyikan aroma-aroma bau? Peristiwa buruk yang dialami Yasmin membuat Fahri merasa sangat bersalah pada kiai yang amat dicintai dan dihormatinya. Tapi, sang kiai menolak untuk menikahkan Yasmin dengan Fahri karena janin di rahim Yasmin bukanlah anak Fahri. Kata sang kiai, "Setiap orang berhak mencintai dan dicintai bukan karena keterpaksaan atau belas kasihan, tapi keikhlasan." Lantas, bagaimanakah kelanjutan kisahnya? Mampukah Fahri menemukan cinta sejatinya? Cinta yang datang dengan sendirinya dari lubuk hati yang paling dalam tanpa ada sebuah keterpaksaan atau sebuah iming-iming. Yuk langsung baca aja kalau kalian penasaran sama cerita ini 👉 Jangan lupa baca ceritaku yang lainnya Kenangan indah bersamamu , hujan, Kamu, dan kenangan yang telah usai, dan surga yang tak dirindukan👌

More details
WpActionLinkContent Guidelines