Ha!
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 18, 2017
Malam itu, di perhentian yang di awal hanya dirinya yang bertumpu dengan sapuan angin, hadir seorang gadis sembari menggendong boneka tanpa butir mata di mukanya. Menghampirinya tanpa satu keraguan dan mendadak memohon padanya untuk memberikan sepotong roti. Berawal dari sanalah netranya menyelami pelangi yang tertutup jeleknya semesta. Jiwanya yang monoton, tidak ada perubahan dinamis tiap harinya, lambat laun luntur bersamaan dengan canda tawa sang bocah. Tanpa potongan roti itu, jiwanya tidak akan pernah maju satu sentipun.
All Rights Reserved
#53
tunawicara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detektif Palsu: Fail Romansa Si Antibetina
  • BALAS DENDAM! ✔
  • Kemana Arah Pulang?
  • Pada Akhirnya, Aku Pulang
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Paralelia
  • KITA YANG HAMPIR SELAMANYA
  • GERBONG KERETA, CERITA KITA✔
  • Senja

Panggil dia Anak Setan. Dia manusia miskin dengan uang saku lima ratus perak, dengan otak lebih ke licik ketimbang cerdik, pengidap sindrom antibetina, serta aktivis rasis gender sampai ke tulang. Ada dua hal yang dia senangi di dunia ini: uang yang banyak dan menonton orang lain celaka. Dia bahagia bukan kepalang kala sebuah pencurian terjadi di kelasnya, semringah berhubung ada orang yang ketiban sial selain dia. Sayang seribu sayang, gara-gara satu perkataan Haina--seorang siswi "bidadari" mungil--status temanku yang asalnya sekadar pemirsa berubah jadi terdakwa. Mau tak mau dia harus memutar kepala culasnya untuk keluar dari gebukan massa. Malang juga bagi Haina, temanku ini bukanlah organisme yang berdada lapang. Pembalasan dendam tengah menantinya. Ini adalah kisah tentang seorang anak lelaki dan anak gadis yang serupa malam dan siang sendiri. Tentang misteri, komedi, hujatan, serta naluri reproduksi hasil jaring evolusi bernama asmara. []

More details
WpActionLinkContent Guidelines