TOPENG
  • WpView
    Reads 1,087
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 16, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
Di sebalik topeng berwajah senyum itu.... Tersembunyi sejuta memori gembira, ngeri, bahagia dan juga derita yang sering menghantui hidupnya. Segala keperitan hidup hanya dia yang tahu. Tekanan hidup, penyeksaan dan depresi yang dialaminya sejak kecil perlahan-lahan membentuk dendam kesumat yang tiada akhirnya. Bermula dengan ibu bapanya sendiri, Ariel terus memburu manusia lain yang dirasakannya melakukan satu kesalahan berat dan akan menghukum mereka. Baginya setiap orang yang melakukan kesalahan harus dihukum. Ya, harus! "Well, Mr. Fadli, I think I've been watching you commiting adultery for long enough and I'm so done with you. Rest in pieces!" Zap! Samurai yang dipegangnya dilibas tepat ke leher Fadli. Kepala yang sudah terpisah dari jasad itu pula bergolek-golek ke arah kaki Ariel. Spontan, kaki Ariel menyepak kepala akauntan muda itu seperti sedang melakukan free kick dalam bola sepak. Langkah kakinya diatur pergi dari situ, meninggalkan lantai yang berlumuran darah dan juga jasad tanpa kepala. Redakah dendam Ariel dengan terus-terusan memburu umat manusia? "I am everywhere, and I am watching you now, waiting for the right time to judge you."- Ariel
All Rights Reserved
#290
mystery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERTAMA, TERAKHIR
  • ⋅⋆⛓ TALE OF US : SILENT OATHS ⛓⋅⋆
  • Girl In The Rain
  • His Love : Ayaaz Mateen || C
  • Hati Seorang Abang ✓
  • ANDRI FEDRIC: Mr Mafia Miss Inspector (TERBIT)
  • Waris Luka [COMPLETED✓]

Dendam tak pernah melemahkan. It resurrects. Iklil Kamaliah akhirnya mengakhiri penantiannya dengan menjadi hak milik sah kepada senior yang mencintainya, Muhammad Adib. ASP Firdaus cuba membongkarkan salah satu kes paling misteri yang pernah disiasatnya, walaupun bukti terang di depan mata, ia lebih daripada itu. Farizal Syah pula ingin menjadikan kehidupan ini adil walaupun dunia ini tidak adil. "You know what, you promised me that you won't breach my trust. But you're lying. Thank you so much, Adib." - Iklil Kamaliah "Kau sanggup terima aku yang tak boleh bagi kau anak? Kau sanggup terima aku yang pernah sentuh dadah? Kau sanggup terima yang aku ni ada sakit mental? Kau sanggup?!" - Muhammad Adib "Semua bukti dihapuskan, tapi kenapa diari yang merupakan the main proof of the case tak dibuang?" - ASP Firdaus Cukup sempurna, menggiurkan. Cantik, pintar, petah, beragama. Melihatnya tidur seolah-olah dia milik aku. Tapi sayang, dia milik orang lain. - Kapten Muhammad Faizal Penantian memang menyeksakan, tapi lagi mengasyikkan bila penyeksaan tu berakhir. - Farizal Syah

More details
WpActionLinkContent Guidelines